Cuaca Terik Landa DKI Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Oleh Liputan6.com pada 09 Okt 2018, 15:43 WIB
Diperbarui 09 Okt 2018, 15:43 WIB
Asyik, Fasilitas Sepeda Gratis Bike Sharing Kini Tersedia di Monas
Perbesar
Ilustrasi panas di DKI (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas melanda DKI Jakarta selama beberapa hari terakhir. Suhu tinggi ini tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, tetapi juga di bagian Pulau Jawa lainnya, Bali hingga Nusa Tenggara.

Suhu udara berkisar di angka 34-37 derajat Celsius. Keadaan cuaca ini dinilai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih berada dalam kondisi normal.

"Kondisinya normal, manakala matahari berada di sekitar khatulistiwa bisa di sebelah selatan, tepat di khatulistiwa, maupun di selatan khatulistiwa," ujar Humas BMKG Hary Djatmiko saat dihubungi oleh Liputan6.com, Selasa (9/10/2018).

Gerak semu matahari ini mengakibatkan radiasi matahari yang masuk cukup optimum sehingga menimbulkan cuaca panas. Kondisi ini bersifat fluktuatif melihat saat ini Indonesia sedang mengalami musim pancaroba atau transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

Cuaca panas ini sangat bergantung pada kelembapan udara. Hal ini karena kelembapan udara akan memengaruhi terbentuknya awan hujan.

"Sudah mulai ada tanda-tanda pembentukan awan di wilayah Banten, tapi enggak merata," ungkap Hary. "Seiring dengan pembentukan awan hujan yang merata, sekitar pertengahan atau akhir Bulan Oktober," lanjutnya.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Awal Musim Hujan

Wilayah DKI Jakarta sendiri diprediksi akan mengawali musim hujan pada November mendatang.

Reporter: Melissa Octavianti

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait