Usai Gempa Magnitudo 7,4, Desa Jono Oge di Kabupaten Sigi Bergeser 3 Km

Oleh Mevi Linawati pada 07 Okt 2018, 11:59 WIB
Diperbarui 07 Okt 2018, 12:32 WIB

Fokus, Jakarta - Seminggu sudah berlalu ketika gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Donggala, Palu, dan Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. Dampak kerusakan yang ditimbulkannya masih tertoreh jelas.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (7/10/2018), di Kabupaten Sigi, jalan utama Trans Sulawesi Palu - Napu patah dan nyaris tak tersambung. Bangunan di sekitarnya pun luluh lantak. Rumah-rumah hancur bahkan terbenam hingga lima meter ke dalam tanah.

Rumah yang bertahan juga tak lagi berdiri tegak dan miring ke samping. Setidaknya dua desa di Kabupaten Sigi rusak berat dan kini masih menunggu perbaikan serta bantuan dari pemerintah.

Salah satu desa tersebut adalah Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru. Bukan hanya kehilangan sebagian warganya. Sebagian wilayah bahkan bergeser setidaknya 3 kilometer.

Warga yang selamat kini terpaksa mengungsi. Bantuan dari pemerintah kini sudah mulai diterima warga setempat walau masih minim.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan pada hari ke delapan bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah jumlah korban tewas tercatat 1.649 jiwa. Sedangkan dampak kerugian dan kerusakan diperkirakan lebih dari 10 triliun rupiah. (Rio Audhitama Sihombing)