Relawan Solmet: Kasus Ratna Sarumpaet Ganggu Fokus Penanganan Gempa Palu

Oleh Yusron Fahmi pada 05 Okt 2018, 05:58 WIB
Diperbarui 05 Okt 2018, 05:58 WIB
Ratna Sarumpaet
Perbesar
Aktivis Ratna Sarumpaet menyampaikan keterangan kasus penganiayaan yang dialaminya, Jakarta, Rabu (3/10). Ratna mengakui tidak ada penganiayaan yang diterimanya seperti kabar yang berkembang beberapa waktu terakhir. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Dewan Persaudaraan Nasional Solidaritas Merah Putih (DPN Solmet) menyesalkan kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang terjadi di tengah fokus pemerintah menangani gempa Palu dan Donggala.

"Sungguh tidak punya empati orang ini. Di tengah duka kita di Sulteng, ada sekelompok anak bangsa tega merekayasa pembohongan," ujar Ketua Umum Solmet Sylvester Matutina, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018.

Solmet yang merupakan salah satu relawan pendukung Jokowi ini menambahkan, hoaks menghebohkan Ratna Sarumpaet mengganggu fokus pemerintah dalam menangani korban gempa Palu dan Donggala. Rasa saling curiga dan menghujat muncul akibat kasus tersebut.

"Mereka secara tidak langsung menuduh Pak Jokowi di belakang kasus pemukulan abal-abal ini. Padahal presiden sibuk mengurus gempa di Sulteng," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Humas Solmet Jon Viano menambahkan, hendaknya masyarakat fokus pada kemajuan bangsa dan menghindari hoaks. Energi yang ada saatnya hendaknya difokuskan pada penanganan gempa Palu dan Donggala yang memang tengah butuh perhatian seirus.

Solmet sendiri sudah membuka membuka dapur dapur umum dan posko bantuan sejak sehari setelah gempa Sulteng.

"Makanan siap saji dan lauk dibawa dari Manado lewat darat dan laut dengan Solmet daerah tersebut," ujarnya.

Dalam musibah ini 23 orang keluarga besar Solmet meninggal bersama ribuan warga Sulteng yang jadi korban.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ratna Ditangkap di Bandara

Petugas dari Polres Bandara Soekarno Hatta menangkap aktivis Ratna Sarumpaet. Dia diketahui berada di kawasan bandar udara tersebut.

"Masih di bandara, tunggu Polda," tutur Kapolres Metro Bandara Soetta AKBP Victor Togi Tambunan saat dikonfirmasi, Kamis (4/9/ 2018) malam.

Victor enggan membeberkan alasan Ratna Sarumpaet ditangkap. Menurut dia, hal itu merupakan kewenangan penyidik Polda Metro Jaya.

"Tanya nanti ke penyidik," jelas dia.

Yang jelas, Victor membenarkan adanya perintah untuk mencegah Ratna Sarumpaetmeninggalkan Ibu Kota.

"Kita hanya mencegah untuk berangkat. Penjelasannya dari Polda saja," Victor menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya