Fenomena Operasi Plastik

Oleh Shinta NM Sinaga pada 05 Okt 2018, 09:03 WIB
Banner Fenomena Operasi Plastik

Liputan6.com, Jakarta - Pria dan wanita, tua dan muda di berbagai belahan dunia terpikat fenomena operasi plastik. Apa yang memicu mereka melakukannya?

Operasi plastik pertama kali dilakukan oleh fisikawan Italia, Gaspere Tagliacozzi pada 1837. Menggunakan teknik India kuno, dia merekonstruksi hidung pasien yang mengalami kerusakan.

Dia menggunakan jaringan kulit dari sekitar tangan pasien. Bahan plastik untuk tindakan tersebut justru baru ditemukan 18 tahun setelahnya.

Operasi plastik kemudian bukan lagi hanya untuk merekonstruksi bagian yang rusak, tapi untuk estetika. Bahkan menjadi tren. Area apa yang paling diminati dan apa alasan pasien operasi plastik? Simak dalam Infografis berikut ini:

Infografis Fenomena Operasi Plastik
Infografis Fenomena Operasi Plastik (Liputan6.com/Triyasni)
2 of 3

10 Negara Tertinggi

[Bintang] Ilustrasi Operasi Plastik
Tengah menjadi tren di Korea Selatan, amankah operasi plastik dilakukan saat remaja? (Sumber Foto: Dr Pattys)

Dikutip dari Insider, berikut 10 teratas negara dengan operasi plastik paling banyak di dunia pada 2018. Peringkat pertama ditempati Amerika Serikat dengan 4.217.862 prosedur kosmetik.

Selanjutnya Brasil (2.524.115), Jepang (1.137.976), Italia (957.814), Meksiko (923.243), Rusia (896.629), India (878.180), Turki (789.564), Jerman (730.437), Prancis (517.731).

3 of 3

Pria atau Wanita Lebih Banyak?

Ilustrasi operasi plastik
Ilustrasi operasi plastik (Unsplash)

Identik dengan estetika, tak heran jika banyak yang berpikir pasien operasi plastik banyak dilakukan wanita. Namun American Society for Aesthetic Plastic Surgery mencatat hal mengejutkan.

Data mencatat pada 1997-2014, pria yang melakukan operasi plastik melonjak 273 persen. Dalam lima tahun terakhir, jumlah pria yang menjalani operasi plastik naik hingga 43 persen.

Lanjutkan Membaca ↓