BNPB: Korban Tewas Gempa-Tsunami di Sulteng Capai 1.424 Orang

Oleh Lizsa Egeham pada 04 Okt 2018, 14:41 WIB
Diperbarui 04 Okt 2018, 14:41 WIB
Dibantu Eskavator, Puluhan Korban Gempa Tsunami Palu Dimakamkan Massal
Perbesar
Puluhan jenazah dikubur massal menggunakan eskavator di TPU Peboya Indah, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Jenazah yang merupakan korban gempa tsunami dikubur tiga lapis. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah mencapai 1.424 orang. Sebanyak 1.047 jenazah yang telah diidentifikasi, dimakamkan massal.

"Sampai siang ini, 1.424 orang meninggal dunia. Perinciannya di Donggala 144 orang, di Palu 1.203 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan Pasangkayu Sulawesi Barat 1 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jakarta Timur, Kamis (4/10/2018).

Sutopo mengatakan, sebanyak 2.549 korban luka berat akibat gempa dan tsunami sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit di Kota Palu dan di luar Palu. Sementara itu, korban hilang mencapai 113 orang.

Hingga kini, kata dia, proses evakuasi dan pencarian korban gempa dan tsunami di Sulteng masih terus dilakukan. Sutopo menambahkan jumlah pengungsi mencapai 70.821 jiwa yang tersebar di 141 titik.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perawatan Gratis

Gubernur Sulawesi Selatan M Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya akan membebaskan biaya pengobatan rumah sakit di Makassar bagi korban bencana gempa disertai tsunami di Palu dan Donggala. Kota Makassar menjadi kota penyangga yaitu tempat bagi para korban bencana mencari pengobatan.

"Mereka enggak perlu siapin biaya, pemerintah yang bayar, gratis. Bisa dicek, bahkan kami berikan bekal kembali kepada mereka. Kasian kan modal mereka cuma sehelai baju yang dikenakan saja," tuturnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/10/2018).

Nurdin menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sebanyak 30 ambulans untuk mengakomodasi kebutuhan bagi korban bencana gempa disertai tsunami di Palu dan Donggala.

"Rumah sakitnya ada 12 yang kita gratiskan. Rumah Sakit Sayang Rakyat, Wahidin, dan lainnya. Sedangkan ambulans ada 30 kendaraan," jelasnya.

Meski demikian, hingga hari ini Nurdin belum dapat memastikan jumlah yatim piatu yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Jumlah korban bencana serta yatim piatu dipastikan bertambah terus hingga hari ini.

"Yang tidak punya keluarga kita bawa dia ke asrama haji. Belum tahu angka terakhirnya, masih kita cek. Namun, bakal datang lagi 1600 pengungsi hari ini. Kita bakal layani, kita siapkan bus," tandasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓