Pembela Ratna Sarumpaet Ramai-Ramai Minta Maaf Ikut Sebarkan Hoaks

Oleh Devira Prastiwi pada 03 Okt 2018, 18:28 WIB
Diperbarui 05 Okt 2018, 15:18 WIB
Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta - Tak butuh waktu lama, aktivis sosial Ratna Sarumpaet mengaku jika dirinya melakukan kebohongan. Kebohongan ini terkait dirinya yang menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal pada 21 September 2018 lalu.

Pengeroyokan itu disebut Ratna terjadi di Bandung, Jawa Barat. Ratna mengaku dikeroyok oleh tiga orang tak dikenal hingga membuat wajahnya lebam dan bengkak.

Sebelum kebohongan Ratna Sarumpaet terungkap, beberapa orang pun membelanya. Mereka membenarkan Ratna dikeroyok bahkan ketika Ratna masih diam dan belum berbicara apapun.

Mereka diantaranya Ketua Umum Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Ada pula Amien Rais dan putrinya Hanum Rais.

Kemudian, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang menceritakan kisah Ratna yang diduga menjadi korban pengeroyokan.

Kepada Nanik, Ratna menceritakan awal mula kisahnya menjadi korban pengeroyokan. Ratna dan dua temannya dari Srilanka dan Malaysia, kata Nanik, menuju Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat menggunakan taksi.

Setelah dua temannya turun dari taksi, peristiwa nahas itu terjadi di sekitar bandara pada 21 September 2018.

Ia melanjutkan, setelah dipukuli tiga orang tak dikenal tersebut di tempat gelap, Ratna kemudian dilempar ke pinggir jalan aspal hingga bagian samping kepalanya robek. Nanik menyebut kejadian itu sangat cepat sehingga Ratna kesulitan mengingat urutan kejadiannya.

Namun setelah mengakui kebohongannya, para 'pembela' Ratna pun seakan cuci tangan. Mereka bahkan mengaku telah dibohongi Ratna Sarumpaet:

 

2 of 7

1. Rachel Maryam Sebut Innalillahi

Peringati Hari Pancasila, Politisi dan Seniman Gelar Tadarus Puisi Ramadhan
Ekspresi Rachel Maryam saat membacakan Puisi Musikal di Acara Tadarus Puisi Ramadhan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (1/6). Acara tersebut dihadiri atau diisi oleh politisi, seniman dan budayawan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Melalui Twitter miliknya, @cumarachel, ia menulis, "Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sandiwara apa ini? Kenapa kau permainkan hati nurani kami? Kenapa harus berbohong? #ratnasarumpaet."," cuit Rachel.

Rachel Maryam akhirnya mengaku akan melakukan introspeksi diri. Ia minta maaf kepada warganet karena terlalu terburu-buru menyikapi kabar tentang Ratna Sarumpaet tersebut.

"Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf yg sebesar-besarnya pd netizen. Saya terlalu reaktif&emosional mendengar pengakuan penganiayaan yg menimpa Bu Ratna. Mungkin karena sesama perempuan," tulisnya.

Sekali lagi, artis yang juga politikus Partai Gerindra tersebut mengungkap rasa kaget atas pengakuan Ratna Sarumpaet.

"Sama sekali saya tidak menyangka kalau semua ini adalah kebohongan," tuturnya.

Kekagetan Rachel Maryam ini sungguh beralasan. Pasalnya, sebelum ini ia ikut menyebarkan kabar bahwa Ratna mengalami penganiayaan.

"Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei kalian beraninya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian?" tulis Rachel Maryam pada Senin, 1 Oktober lalu.

 

3 of 7

2. Hanum Rais

Hanum Rais
Penulis buku sekaligus putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais bersama Amien Rais (kanan) saat peluncuran bukunya berjudul Menapak Jejak Amien Rais di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.(Antara)

Putri Amien Rais, Hanum Rais juga sempat membela Ratna. Lewat serangkaian cuitan di akun Twitter-nya pada Rabu, (3/10/2018), Hanum Rais memohon maaf karena kekeliruannya ini.

"Memohon maaf adalah ajaran besar dalam Islam ketika kita berbuat keliru. Saya secara pribadi mohon maaf atas kecerobohan dlm mengunggah berita meski telah bertabayyun pada ibu Ratna S langsung,hinggapada akhirnya yg bersangkutan telah mengaku berbohong. #KebohonganRatna," tulis Hanum Rais.

Ia juga mengakui bahwa hubungannya yang dekat dengan Ratna Sarumpaet, membuatnya mudah berempati dengan kabar kekerasan ini.

"Pertemanan dan hubungan baik selama ini membuat kami mudah tersentuh&iba, apalagi saat beliau dgn meyakinkan menceritakan adegan pengeroyokan dgn air mata serta menunjukkan bekas di wajah," tulisnya.

Hanum mengatakan kebohongan Ratna Sarumpaet ini telah merusak kepercayaannya. Meski begitu, ia tetap berusaha mengambil sisi positif dari peristiwa ini. Bahwa cek dan ricek sebuah kabar pun kadang tak cukup.

"Sebuah pelajaran bagi kami, kita semua, di era yg penuh dengan intrik dan tipu muslihat, ternyata tabayyun tak cukup. Namun taqarrub padaNya yang terus dipelihara, agar kita selalu mengetahui siapa sahabat yang tulus dan mereka yang menikam dari belakang," kata dia.

Hanum Rais, sebelumnya memang ikut menyebarkan kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Dua pendekar wanita Indonesia yang keberaniannya sungguh diatas rata-rata. Bu Neno Warisman dan Ibu Ratna Sarumpaet. Penganiayaan terhadapnya, penyiksaan, justru akan menumbuhkan ribuan Neno dan Ratna," tulisnya pada 2 Oktober lalu.

Ia bahkan sempat mengunggah sebuah video bersama ibu Atiqah Hasiholan ini. "Beliau buat saya dia adalah Cut Nyak Dien masa kini. Kartini masa kini," tuturnya dengan suara bergetar di video tersebut.

 

4 of 7

3. Fahri Hamzah

Fahri Hamzah
Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (Timwas TKI) dan pemerintah sepakat dalam perlindungan TKI tidak bisa mengabaikan validasi dan akurasi data kependudukan

Tak hanya membela Ratna Sarumpaet, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahkan sempat berdebat dengan dokter bedah plastik Tompi melalui akun Twitternya.

Perdebatan itu dimulai usai Fahri mengomentari cuitan juru bicara koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Setelah Ratna mengungkap tidak ada pengeroyokan kepada dirinya, Fahri hanya mempertanyakan Ratna sembari membalas klarifikasi yang telah dilakukan Ratna.

"Ya Allah...Ada apa denganmu ibu?," tulis Fahri dalam akun Twitternya @Fahrihamzah.

 

5 of 7

4. Rizal Ramli

Rizal Ramli
Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli memberikan keterangan usai menemui Ketua MPR, Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/5).(Liputan6.com/Johan Tallo)

Sejarawan Rizal Ramli bahkan turut meminta maaf telah termakan cerita Ratna Sarumpaet. Ia bahkan mengaku jika dirinya dan Ratna adalah kawan lama.

"Saya mohon maaf telah menjadi korban berita tidak benar dari seorang kawan lama, Ratna Sarumpaet. Kawan yg dulu aktif memperjuangkan demokrasi dan keadilan di zaman Orde Baru. Ternyata terpleset..," cuit @RamliRizal dari akun Twitternya.

 

6 of 7

5. Kata Ruhut Sitompul

20161006-Ruhut-Sitompul-HEL
Ruhut Sitompul (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Sebelum Ratna Sarumpaet mengungkapkan kebohongannya kepada publik, pengacara yang juga politisi Ruhut Sitompul sempat menyinggungnya. Meski tak menyebut nama jelas, namun terlihat itu untuk Ratna Sarumpaet.

"Apalagi Akting Si Nyinyir dan Suka Ngebacot ini, kalau itu benar adanya lapor dong sama Polisi sebagai Kamtipmas, Sejak kapan Dia Takut & Stresss ingat Indonesia Negara Hukum jadi Jangan Takut eh malah Ngilang," cuit @ruhutsitompul.

Tak hanya itu, ia bahkan menyebut nama-nama pembela Ratna Sarumpaet yang membenarkan pengeroyokannya.

"Ha ha ha Sakitnya tak Seberapa tapi Malunya ini, “Prabowo Amin Rais Djoko Santoso dan Dayang2nya mejeng di Stasion TV mengutuk yg menganiaya Ratna Sarumpaet, Faktanya Polda Metro Jaya tegas mengatakan Tidak Benar Berita Penganianyaan yg ada RS melakukan Operasi Plastik”," tambah @ruhutsitompul.

 

7 of 7

6. Ridwan Kamil Ingin Ratna Minta Maaf ke Warga Bandung

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil

Ridwan Kamil lewat akun Twitter resminya meminta Ratna Sarumpaet untuk minta maaf ke warga Bandung. Sebab, isu awalnya menyebut Ratna dianiaya di kawasan Bandung.

"Ibu sebaiknya meminta maaf terbuka juga kepada masyarakat Kota Bandung yang sudah dirugikan nama baiknya oleh cerita hoaks ini," ujar Ridwan.

Ridwan Kamil yakin bahwa permintaan maaf bisa meredakan situasi ini.

Dalam cuitan sebelumnya, Ridwan Kamil menyatakan turut prihatin terkait berita yang beredar ikhwal kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet. Namun selain empati itu, Ridwan Kamil juga mengingatkan ada ada opini berbeda.

"Sebaiknya sgr melapor kpd kepolisian agar kasus ini menjadi tuntas dan tdk jadi polemik. Apapun itu Kekerasan adlh kriminalitas. Tdk boleh dibiarkan."

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by