Top 3 News: Gempa Palu dan Donggala, Kabar Pilu Pembawa Duka

Oleh Happy Ferdian Syah UtomoLiputan6.comMaria Flora pada 03 Okt 2018, 10:26 WIB
Diperbarui 03 Okt 2018, 10:26 WIB
Tsunami di Kota Palu

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news, hingga Selasa sore, 2 Oktober 2018, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami Palu-Dongga di Sulawesi Tengah mencapai 1.374 jiwa.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena diduga masih banyak jenazah yang tertimpa puing bangunan.

Tidak hanya ribuan korban tewas akibat terdampak gempa, warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Sigi kini terisolasi. Pasokan logistik berupa makanan dan obat-obatan terhenti karena akses menuju lokasi terputus akibat longsor.

Ucapan duka cita pun hingga kini terus mengalir buat Palu dan Donggala. 

Bagi mereka yang selamat dari kedahsyatan gempa dan tsunami, Jumat, 28 September lalu, kini menjadi saksi betapa mengerikan saat ombak setinggi hampir 3 meter menerjang Palu dan sekitarnya.

Tak hanya sapuan gelombang laut, bumi dipijak pun ikut berguncang hebat. Tanah bergerak  dan mencair dengan cepat. Tak lama, ratusan rumah hilang dan ikut tenggelam bersama lumpur. 

Dampak tsunami Palu tak hanya bikin warga Indonesia shock. Gelombang kejut juga menyebar ke seluruh dunia. Belasan negara pun menawarkan bantuan kepada Indonesia.

Salah satunya datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, bantuan Trump ditolak Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bantuan kapal rumah sakit tidak efisien bagi korban bencana gempa dan tsunami, termasuk di Palu. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Selasa, 2 Oktober 2018:

2 dari 4 halaman

1. 5 Fakta Mengejutkan Usai Gempa-Tsunami Terjang Palu dan Donggala

Pandangan Udara Kota Palu Usai Dilanda Gempa dan Tsunami
Pandangan udara memperlihatkan sebuah jembatan runtuh usai dilanda gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami Palu dan Donggala menjadi 832. (JEWEL SAMAD/AFP)

Kerusakan akibat gempa bumi diikuti tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, sangat parah. Gempa magnitudo 7,4 yang terjadi Jumat sore, 28 September lalu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan lebih dari seribu orang meninggal.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Karena banyak korban gempa di Palu dan Donggala yang masih tertimbun puing bangunan dan belum bisa dievakuasi hingga kini, akibat minimnya alat.

Perumnas Patoga di Palu Selatan dan Perumnas Balaroa di Palu Barat, Sulawesi Tengah, salah satu kawasan terdampak gempa dan tsunami terparah.

Fenomena tanah bergerak ini disebut likuifaksi, menenggelamkan ratusan hingga ribuan rumah yang ada di dua kawasan tersebut.

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. HEADLINE: Dahsyatnya Tsunami Palu Mengejutkan Dunia, Apa Kata Ilmuwan?

Tsunami di Kota Palu
Orang-orang melihat kerusakan pantai yang terkena tsunami setelah gempa kuat disusul tsunami menghantam Kota Palu di Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari bencana tersebut melulunlantakkan bangunan dan ratusan jiwa meninggal dunia. (AFP/Bay ISMOYO)

Warga Singapura, Ng Kok Choong, menjadi saksi hidup dua bencana sekaligus: gempa yang disusul tsunami Palu. Ia berada di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu saat lindu magnitudo 7,4 mengguncang pada Jumat petang, 28 September 2018 pukul 17.02 WIB.

Pria 53 tahun itu tak kuasa menentang kekuatan alam yang membikin bumi yang ia pijak berguncang hebat.

"Saya melihat hotel berguncang seperti jeli, kepulan debu tebal di sekelilingnya, dan seketika runtuh," kata dia, dikutip dari Channel News Asia, Senin (1/10/2018). 

Namun, sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial menguak bahwa gelombang raksasa yang menerjang lebih mengerikan dari perkiraan.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Jusuf Kalla Tolak Bantuan Donald Trump untuk Tsunami Palu

Jusuf Kalla dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York (dokumentasi PBB)
Jusuf Kalla dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York (dokumentasi PBB)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bela sungkawa yang terdalam kepada Indonesia atas gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Donald Trump juga mengatakan, sudah mengirim first reponders, militer, dan tim lainnya untuk menangani dampak bencana.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, menolak bantuan dari Trump untuk Palu.

"Enggak, kita tidak terima itu. Mereka minta mau kirim rumah sakit, kapal rumah sakit, cukup kita," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (2/10/2018).

 

Selengkapnya...

  

 

* Liputan6.com yang menjadi bagian KapanLagi Youniverse (KLY) bersama Kitabisa.com mengajak Anda untuk peduli korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Yuk bantu Sulawesi Tengah bangkit melalui donasi di bawah ini.

 

 

Semoga dukungan Anda dapat meringankan beban saudara-saudara kita akibat gempa dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah dan menjadi berkah di kemudian hari kelak.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓