Gempa Palu, PMI Sebut Kondisi di Sigi Sulitkan Evakuasi Korban

Oleh Rita Ayuningtyas pada 01 Okt 2018, 20:33 WIB
Diperbarui 02 Okt 2018, 22:15 WIB
Relawan PMI tengah mencari korban gempa Palu dan Donggala

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan korban akibat gempa Palu dan Donggala diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan. Oleh karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terisolasi yang terdampak gempa yang diikuti tsunami tersebut.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI, Arifin M Hadi menuturkan, kondisi di wilayah Sigi sangat parah dan terisolasi. Hampir semua bangunan roboh, beberapa wilayahnya masih diselimuti lumpur terutama di Desa Jonooge Langlesa yang menyulitkan tim dalam evakuasi korban gempa.

"Kesulitan terberat di lokasi ini adalah menempuh perjalanan dengan medan lumpur dalam proses evakuasi korban," kata Arifin dalam siaran tertulis yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Menurut dia, PMI mengerahkan relawan yang terlatih dalam evakuasi korban gempa Palu dan Donggala ini. Ada ratusan relawan yang membantu evakuasi korban baik yang meninggal, maupun pelayanan medis korban selamat. PMI juga mengoperasikan armada pendukung dalam proses tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Posko Restoring Family Links

Tsunami di Kota Palu
Orang-orang melihat kerusakan pantai yang terkena tsunami setelah gempa kuat disusul tsunami menghantam Kota Palu di Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari bencana tersebut melulunlantakkan bangunan dan ratusan jiwa meninggal dunia. (AFP/Bay ISMOYO)

Selain Sigi, lanjut dia, PMI mengerahkan relawannya di Palu dan Donggala. 

"PMI juga membantu proses evakuasi yang saat ini dipusatkan di titik Hotel Roa Roa, dan Perumnas Balaroa dengan dibantu kendaraan multi medan hagglund untuk menembus puing-puing reruntuhan bangunan dan medan lumpur. Selain itu, pelayanan kesehatan, serta distribusi air akan dimaksimalkan di lokasi ini yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," kata Arifin.

Dia mengatakan, PMI juga membuka posko layanan Restoring Family Links untuk mengetahui status keberadaan keluarga korban.

"Untuk seluruh warga masyarakat yang ingin mengetahui status keberadaan saudaranya paska gempa dan tsunami ini, bisa memanpaatkan pelayanan RFL ini dengan mengirimkan rincian data orang yang dicari yang meliputi nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, ciri-ciri, dan alamat terakhir yang diketahui ke alamat email: gempadonggala.rflpmi@gmail.com," jelas Arifin.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓