Detik-Detik Rumah Roboh di Palu Akibat Likuifaksi Saat Gempa

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 01 Okt 2018, 09:32 WIB
Diperbarui 01 Okt 2018, 09:32 WIB
Setelah Gempa dan Tsunami Melanda Palu
Perbesar
Sebuah masjid mengalami kerusakan berat akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AP Photo/Rifki)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 7,7 di Sulawesi Tengah mengakibatkan fenomena likuifaksi di Kota Palu. Likuifaksi adalah tanah yang bergerak akibat kehilangan kekuatan lantaran diguncang gempa. Hal ini mengakibatkan tanah yang padat berubah menjadi cair.

Dalam akun twitter milik Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, terdapat video yang memperlihatkan tanah bergerak dan merobohkan rumah akibat likuifaksi.

"Detik-detik saat rumah-rumah bergerak dan roboh disebabkan proses likuifaksi dan amblesan akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu," tulis Sutopo dalam akun twitternya, yang dikutip pada Senin (1/10/2018).

Dalam video tersebut, tampak rumah yang bergerak seperti di atas air sebelum akhirnya rohoh dan hancur.

Warga pun panik dan menjauh dari lokasi seraya ketakutan karena tanah yang dipijak menenggelamkannya.

"Permukaan tanah bergerak dan ambles sehingga semua bangunan hancur. Proses geologi yang sangat mengerikan. Diperkirakan korban terjebak di daerah ini," tandas Sutopo.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya