JK Kerahkan 2 Helikopter PMI Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 30 Sep 2018, 12:03 WIB
Diperbarui 30 Sep 2018, 12:03 WIB
Tsunami di Kota Palu
Perbesar
Warga mencari barang-barang yang tertimbun puing rumah mereka yang roboh akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari bencana itu menyebabkan sejumlah bangunan hancur dan ratusan jiwa meninggal dunia. (AFP/MUHAMMAD RIFKI)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menginstruksikan agar dua unit Helikopter dikerahkan ke lokasi bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Helikopter tipe Bolcow BO-105 itu akan diberangkatkan dari Hanggar Bukit Baruga, Makassar.

Nantinya, helikopter tersebut digunakan untuk men-dropping makanan dan obat-obatan, serta tim medis di medan yang sulit dijangkau moda transportasi darat dan laut.

"Berdasarkan pengalaman gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai Sumbar, Oktober 2010 lalu, Helikopter ini sangat bermanfaat digunakan para relawan dalam menyalurkan bantuan dan mengangkut korban yang membutuhkan pertolongan medis dalam waktu cepat," ucap JK dalam keterangannya, Minggu (30/9/2018).

Gempa Donggala dan tsunami yang menerjang kawasan Palu Sulawesi Tengah telah menewaskan ratusan orang. Puluhan jenazah tersebut kini telah berhasil diidentifikasi.

"Korban gempa dan tsunami di Kota Palu terus bertambah. RS Bhayangkara Palu saat ini jumlah 261, dan masih terus bertambah. Kemarin sudah diidentifikasi 87 jenazah oleh Tim DVI Polri. Proses identifikasi terus dilaksanakan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugrohon dalam akun twitternya, yang dikutip Liputan6.com.

 

Evakuasi

Sementara itu, proses evakuasi para korban di Hotel Roa-Roa masih terus berlangsung. Basarnas memperkirakan ada puluhan orang yang tertimbun dalam bangunan tersebut.

"Evakuasi korban tertimbun gempa di Hotel Roa-Roa Kota Palu terus dilakukan Tim SAR Gabungan dikoordinir Basarnas. Diperkiran terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan. Alat berat diperlukan untuk evakuasi," tulis Sutopo.

Hotel Roa-Roa yang terletak di Jalan Pattimura itu berlantai delapan. Bangunan itu rata dengan tanah. Hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓