Korban Gempa Donggala yang Mengungsi di Perbukitan Butuh Makanan

Oleh Liputan6.com pada 30 Sep 2018, 07:39 WIB
Diperbarui 30 Sep 2018, 07:39 WIB
Gempa dan Tsunami Melanda Palu
Perbesar
Seorang pria memeriksa kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AP Photo/Rifki)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa korban bencana gempa bumi yang mengungsi di perbukitan di Donggala Kodi, Sulawesi Tengah membutuhkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

"Kita di sini butuh makanan atau mie instan, hingga hari ini belum ada bantuan karena mungkin pemerintah masih fokus untuk penanganan di kota Palu yang banyak korban jiwa," ujar salah seorang pengungsi, Arif Pandian, Minggu dini hari (30/9/2018).

Ia mengungkapkan, di perbukitan tempat ia mengungsi korban gempa Donggala, terdapat sekitar 1.000 orang yang menempati tempat itu.

"Selain makanan, di sini juga banyak anak-anak yang butuh susu dan pampers. Anak saya baru berumur satu tahun dan terus menangis karena tidak ada susu dan belum ada toko yang buka," ucap dia seperti dikutip dari Antara.

Arif mengatakan jika listrik masih padam total, namun jaringan telekomunikasi sudah bisa digunakan walaupun terkadang masih sulit mendapat sinyal.

"Di sini kita tinggal di tenda, dan beralaskan karpet dan juga dus bekas, saat ini bahkan hujan mulai turun," kata dia lagi.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Berharap Datang Bantuan

Gempa dan Tsunami Melanda Palu
Perbesar
Sebuah masjid mengalami kerusakan berat akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AP Photo/Rifki)

Ia berharap segera datang bantuan agar ia bersama keluarga dan korban lainnya dapat segera memperoleh barang yang dibutuhkan.

Sebelumnya gempa bumi dengan Magnitude 7,7 SR terjadi pada Jumat (28/9) petang, pada 17:02:44 waktu Indonesia barat (WIB) atau sekitar pukul 18:02:44 waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).

Lokasi sekitar 0.18 LS, 119.85 BT. Kedalaman sekitar 10 Km, bahkan terjadi tsunami di wilayah itu.

Lanjutkan Membaca ↓