Kominfo: 431 BTS di Sulteng Tidak Berfungsi Pascagempa

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2018, 15:27 WIB
Diperbarui 29 Sep 2018, 15:27 WIB
Gempa dan Tsunami Melanda Palu
Perbesar
Warga memeriksa kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang menerjang Palu terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala. (AFP /OLA GONDRONK)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, 431 dari menara 3.007 BTS di Sulawesi Tengah tidak berfungsi, pascagempa yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018.

"Berdasarkan pantauan Tim Kominfo, pada Sabtu (29/9/2018) pukul 09.00 WIB sebanyak 431 dari 3.007 BTS di Sulawesi Tengah atau 14,33% tidak berfungsi karena terhentinya pasokan listrik," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (29/9/2018).

Ia juga menyampaikan, beberapa link jaringan telekomunikasi dari Palu ke Santigi, ke Mamuju dan ke Poso terputus akibat gempa.

"Panggilan melalui beberapa operator telekomunikasi sulit dilakukan ke Palu karena semua koneksi IPBB putus, hanya radio link 150 Mbps yang masih terhubung," ujar Ferdinandus.

Sebagai bagian dari upaya dukungan komunikasi untuk koordinasi penanganan bencana gempa, jaringan operator telekomunikasi yang bisa digunakan telah memberikan layanan panggilan gratis dari Palu dan sekitarnya untuk ke semua operator.

Proses pemulihan jaringan telekomunikasi di beberapa lokasi masih terkendala proses koordinasi dan adanya dampak tsunami yang terjadi. Untuk itu, operator telekomunikasi telah melakukan mobilisasi radio pengganti dan pengiriman tim untuk melakukan pemulihan langsung di BTS yang tidak berfungsi.

 

Reporter: Melissa Octavianti

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

384 Meninggal

Korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah kini mencapai 384 jiwa. Mereka tersebar di RS Wirabuana Palu sebanyak 10 orang, RS Masjid Raya sebanyak 50 orang, RS Bhayangkara sebanyak 161 orang.

Kemudian, di Desa Pantoloan Induk sebanyak 20 orang, Desa Kayumalue Pajeko sebanyak 2 orang dan RS Undala Mamboro Palu sebanyak 141 orang.

"Ini hanya tercatat di kota Palu," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Sementara sebanyak 29 orang dinyatakan hilang di Pantoloan Induk. Di pantai akibat tsunami juga diduga cukup banyak korban meninggal dunia yang belum terdata.

"Memang tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala dengan tinggi satu hingga tiga meter. Korban banyak karena masyarakat banyak melakukan aktivitas di pantai," Sutopo menandaskan.

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat 28 September 2018 pukul 17.02 WIB.

Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer timur laut Donggala.

Lanjutkan Membaca ↓