BNPB: Ada Tsunami Susulan di Palu Usai Status Peringatan Dini Ditarik

Oleh Nanda Perdana Putra pada 29 Sep 2018, 14:57 WIB
Diperbarui 29 Sep 2018, 14:57 WIB
BNPB Terkait Gempa dan Tsunami di Donggala Palu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan adanya tsunami susulan di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah setelah status peringatan meluapnya air laut ditarik oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tsunami tersebut juga terbilang tinggi, lebih dari 3 meter.

"Nanti tolong ditanyain lagi ke BMKG ya. Tapi saya tidak akan menyampaikan statement. Iya ada (tsunami susulan)," tutur Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Sutopo menyebut, kabar itu didapatnya dari media sosial, baik dalam bentuk tertulis, foto, dan rekaman video. Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke pihak BMKG Sulawesi Tengah, ternyata benar luapan air yang lebih tinggi terjadi setelah ditariknya peringatan dini tsunami.

"Setelah itu saya nyatakan rilis bahwa memang tsunami menerjang di Palu dan Donggala. Nah saya juga langsung kontak Menko Maritim dan sebagainya. Nah, tetapi tentang kecolongan dan sebagainya silakan ke BMKG. Jadi, ini bukan masalah kecolongan, tapi tsunami itu memang ada," jelas dia.

Hanya saja, Sutopo menyayangkan status peringatan dini tsunami ditarik 30 menit lebih cepat dari biasanya usai luapan air terjadi. Dalam kasus serupa, kurun waktu penetapan status baru biasanya dilakukan paling cepat 60 menit setelah terjadi peristiwa.

Padahal, BNPB masih dalam proses memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Tidak semua warga mengerti artinya status Siaga dan Waspada bencana.

"Yang pasti kan kalau melihat kecepatan kan mereka memberikan peringatan dini begitu cepat saat itu. Tapi kenapa berakhirnya juga cepat itu kemarin menjadi tanda tanya. Biasanya lebih dari satu jam. Nah kemarin tiba-tiba pendek," Sutopo menandaskan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Korban Meninggal 384 Orang

Korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah kini mencapai 384 jiwa. Mereka tersebar di RS Wirabuana Palu sebanyak 10 orang, RS Masjid Raya sebanyak 50 orang, RS Bhayangkara sebanyak 161 orang.

Kemudian, di Desa Pantoloan Induk sebanyak 20 orang, Desa Kayumalue Pajeko sebanyak 2 orang dan RS Undala Mamboro Palu sebanyak 141 orang.

"Ini hanya tercatat di Kota Palu," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Sementara sebanyak 29 orang dinyatakan hilang di Pantoloan Induk.

Lanjutkan Membaca ↓