Basarnas Kaltim dan Kalut Diturunkan Bantu Korban Gempa Donggala dan Palu

Oleh Maria Flora pada 29 Sep 2018, 09:42 WIB

Diperbarui 29 Sep 2018, 09:42 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah, bahwa mereka terlalu cepat menarik bahaya peringatan dini tsunami dalam gempa di Donggala. BMKG juga mengoreksi data gempa di Donggala dari 7,7 skala Richter (SR) menjadi 7,4 SR

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (29/9/2018), dalam tele conference di Jakarta, Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati menyatakan peringatan tsunami diakhiri atas dasar pengamatan surutnya air laut dari pantai Palu dan daratan, pada pukul 17.36 WIB.

Sementara, Badan Sar Nasional (Basarnas) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara langsung disiagakan menyusul guncangan gempa yang diikuti gelombang tsunami di Kota Palu dan Donggala. Basarnas siap diberangkatkan untuk memberikan bantuan di Palu, Sulawesi Tengah.

Seluruh personel Basarnas dibagi dua kelompok, laut dan darat. Untuk wilayah darat, tim akan memantau situasi dan perkembangan di wilayah Kalimantan Timur, terutama daerah rawan guncangan. Sedangkan wilayah laut, Tim Basarnas mengirimkan satu kapal yakni KN Wisanggeni yang langsung menuju Palu.

Guncangan gempa yang juga menerjang Samarinda dan Balikpapan memicu kepanikan warga. Meski tidak menimbulkan kerusakan, kejadian ini mendorong warga berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. (Muhammad Gustirha Yunas)