Survei Indikator: Kondisi Ekonomi dan Polhukam Indonesia Relatif Positif

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2018, 16:23 WIB
Diperbarui 28 Sep 2018, 16:13 WIB
Indikator Politik Indonesia Merilis Hasil Survei Pilkada Jabar 2018

Liputan6.com, Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis hasil temuan survei nasional berjudul Elektabilitas Dua Pasangan Capres-Cawapres dan Peta Elektoral Pemilu Legislatif 2019. Salah satu temuan survei menyebut kondisi umum ekonomi, politik, hukum, dan keamanan di Indonesia relatif positif.

Sebanyak 39% responden menyatakan bahwa keadaan ekonomi rumah tangganya saat ini lebih baik dibanding tahun lalu. Berselisih 1%, total 38% responden menjawab tidak ada perubahaan antara tahun ini dan tahun lalu. 17% responden menjawab kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk saat ini dibanding tahun lalu.

Sementara, hanya 1% yang menjawab kondisi saat ini jauh lebih buruk. Angka tersebut sama dengan responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Sisi positifnya, ada 3% responden yang menjawab kondisi ekonomi rumah tangganya jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

Di level nasional, sebanyak 38% responden menjawab keadaan ekonomi saat ini lebih baik dibanding tahun lalu. Tidak jauh dari angka tersebut, sebanyak 36% menyatakan tidak adanya perubahan ekonomi secara nasional antara tahun ini dan tahun lalu.

Sementara, ada 17% responden yang menilai kondisi ekonomi nasional tahun ini lebih buruk dibanding tahun lalu. Responden yang menyatakan keadaan ekonomi nasional tahun ini jauh lebih buruk dan jauh lebih baik berada di angka yang sama yakni 2%. Sementara itu ada 5% responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

"Masalah yang berkaitan dengan kepentingan paling mendesak bagi warga umumnya di manapun, terkait dengan masalah ekonomi," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/9/2018)

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan kondisi ekonomi sekarang lebih baik dibanding tahun lalu lebih banyak dari yang mengatakan lebih buruk.

Dari segi politik, 38% menilai kondisi politik nasional sedang, tidak baik dan tidak buruk. Di bawahnya, ada 33% responden survei yang menyatakan politik nasional saat ini ada di keadaan baik. Tetapi, ada 16% responden yang memilih opsi buruk. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab juga berada di angka yang cukup tinggi yakni 10%.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Penegakan Hukum

Kondisi serupa juga muncul pada pertanyaan terkait kondisi penegakan hukum. Di posisi pertama, 46% responden menyebut penegakan hukum di Indonesia dalam keadaan baik. Menyusul di bawahnya, 31% yang menilai sedang, dan 15% yang menilai buruk. Sementara itu hanya 4% responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan ini.

Lebih dari separuh responden, tepatnya 61% menyebut kondisi keamanan nasional dalam keadaan baik. 25% menyebut kondisi keamanan Indonesia sedang, dan 9% di antaranya menyebut buruk. Persentase yang menyebut kondisi keamanan sangat baik ada 3%, sementara yang menjawab sangat buruk dan tidak tahu/tidak menjawab masing-masing ada di angka 1%.

Melihat hasil survei Indikator, penilaian kondisi politik, hukum, dan keamanan di Indonesia oleh warga ada di sisi positif.

"Sejak akhir tahun 2015, kecenderungannya masih pada arah yang positif," ujar Burhanuddin.

Survei ini menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.220 responden pada 1-6 September 2018. Responden dipilih secara multistage random sampling. Mayoritas sampel beragama Islam (88,9%) dan beretnis Jawa (40,7%).

Demografi responden kategori gender dan desa-kota pun imbang dengan sampel laki-laki dan perempuan setara di angka 50%, dan pedesaan unggul sedikit di angka 50,8% dan perkotaan di angka 49,2%. Margin of error dari survei ini kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (Melissa Octavianti)

 

Lanjutkan Membaca ↓