Budiman Sudjatmiko Deklarasi Relawan Inovator 4.0

Oleh Liputan6.com pada 19 Sep 2018, 18:31 WIB
Diperbarui 19 Sep 2018, 18:31 WIB
LSI Rilis Hasil Survei Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK
Perbesar
Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko saat pemaparan hasil survei LSI bertema 'Evaluasi Terhadap Kinerja 100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK : Efek Partisan Terhadap Persepsi Kepuasan Publik' di Jakarta, Senin (2/2). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi II DPR, Budiman Sudjatmikoakan mendeklarasikan perkumpulan pegiat inovasi digital yang dinamakan Inovator 4.0 di Jakarta.

Budiman mengatakan perkumpulan itu dibentuk untuk mewujudkan kehidupan masyarakat cerdas, hidup layak, serta mampu menjawab tantangan revolusi industri.Sebagai inisiator, Budiman akan menyampaikan sejumlah hal dalam deklarasi tersebut.

Dengan tema “Kerja dan Membangun Indonesia dengan Data”, Budiman Sudjatmiko juga bakal mengajak generasi milenial gegap gempita menghadapi revolusi industri, dan tidak terjebak dalam informasi sesat di tahun politik.

"Kita harus sama-sama menolak menunda ide-ide besar,” kata Budiman, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Relawan Inovator 4.0 juga merupakan gerakan kolaborasi politikus, pegiat desa-kota, peneliti, matematikawan, seniman, dan teknologi. Gerakan ini muncul dari keinginan untuk maju bersama dan kekhawatiran pada kelompok politik dan bisnis yang nyaman berselimut dosa masa lalu.

“Kita memimpikan masa depan Indonesia sebagai bangsa digital yang berkedaulatan dalam data, berkeadilan dalam teknologi dan akses informasi," ungkap mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu. 

 

2 dari 2 halaman

Tagar #2019WarasBareng

Acara deklarasi akan diisi dengan diskusi, dan peluncuran tagar #2019WarasBareng. Peluncuran tagar itu untuk mengingatkan masyarakat tentang kebutuhan Indonesia pada kepemimpinan yang yang bervisi dan berpihak pada kemajuan, politikus yang pro revolusi digital dan biologi di semua tingkatan.

Peristiwa politik Pemilu 2019, kata Budiman, adalah momen historis dan menjadi ujian terakhir untuk Indonesia mendapat pemimpin yang bervisi dan dekat dengan rakyat, bukan pemimpin dari klan politik dan bisnis masa lalu.

“Kami memilih untuk berpihak pada kemajuan Indonesia. Ini bukan hal yang mudah tapi juga bukan mustahil, karena kami percaya bahwa saat ilmu pengetahuan dan teknologi menyatu dengan jejaring sosial, tak ada perbuatan besar yang tak mungkin,” ujar Budiman.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓