Kemarau Panjang, Petani di Jateng dan Jatim Gagal Panen

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 07 Sep 2018, 09:40 WIB
Diperbarui 07 Sep 2018, 09:40 WIB

Fokus, Banjarnegara - Musim kemarau yang tak kunjung berakhir membuat tanaman padi di sawah tadah hujan, Desa Jalatunda, Banjarnegara, Jawa Tengah, terancam gagal panen. Kurangya pasokan air membuat pokok padi yang sudah berbuah menjadi kering.

Irigasi di desa tersebut juga telah mengering, sementara cadangan air hujan sudah habis. Kondisi ini menimpa sedikitnya 150 hektar sawah tadah hujan di Kabupaten Banjarnegara.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (7/9/2018), akibatnya padi mengalami puso, atau bulir-bulirnya kosong akibat kekurangan air. Para petani pun terpaksa memanen padi lebih awal. Sementara batang padi dipanen untuk dijual sebagai pakan ternak.

Sementara itu, kemarau panjang juga mengakibatkan petani tomat di Desa Genah Harjo, Kecamatan Semanding Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa memanen buah tomat lebih awal meskipun belum matang.

Panen dini itu dilakukan supaya buah tomat yang belum masak ini membusuk karena pohonnya lebih dulu mengering akibat kekurangan air. Panen dini itu, selain membuat hasil panen turun drastis juga menurunkan kualitas buah tomat, sehingga harganya anjlok dari Rp 6 ribu menjadi Rp 3 ribu per kilogramnya. (Galuh Garmabrata)