Menag Sarankan Ustaz Abdul Somad Laporkan Ancaman Intimidasi ke Polisi

Oleh Liputan6.com pada 05 Sep 2018, 07:14 WIB
Diperbarui 07 Sep 2018, 07:13 WIB
Bahas Anggaran, Menag Lukman Hakim Raker Dengan Komisi VIII DPR

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin menyayangkan tindak ancaman dan intimidasi yang menimpa Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia pun menyarankan UAS segera melaporkan tindak ancaman dan intimidasi tersebut ke pihak berwajib. 

"Mestinya tidak boleh ada pengadangan atau intimidasi atau bentuk-bentuk gangguan lain yang bisa mengancam keamanan dan keselamatan jiwa setiap penceramah agama di negara yang sangat agamis ini," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018). 

Menurutnya, laporan UAS ke polisi sangat penting untuk bisa mengusut lebih lanjut mengenai pelaku ancaman dan intimidasi tersebut. Lanjut Lukman, laporan itu juga bisa membuat ustaz Abdul Somad lebih aman. 

"Kita supaya ada kejelasan dan kemudian ada tindak lanjut pengusutan, siapa sebetulnya dan kemudian ada kejelasan dan kemudian aparat hukum kita punya atas laporan itu kemudian ada tindak lanjut dalam rangka memberikan keamanan kepada beliau," ungkapnya. 

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga menilai selama ini ceramah UAS cenderung fokus pada ilmu agama. Kemudian, juga tidak bertentangan dengan nilai-nilai keindonesiaan. 

"Menurut hemat saya, beliau juga cukup moderat paham kesamaannya. Tidak tidak ada hal-hal yang prinsipil yang bertentangan dengan misalnya nilai-nilai yang selama ini kita bangun bersama," tandasnya. 

Diketahui, UAS membatalkan ceramah di beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Dia mengakui pembatalan tersebut dilakukan lantaran adanya ancaman dan intimidasi terhadap kegiatan tersebut.

Hal itu disampaikan UAS melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad pada Minggu, 2 September 2018

Hanya saja, Abdul Somad tidak menjelaskan seperti apa bentuk ancaman dan intimidasi yang diterima. Dia hanya menyebut bahwa ancaman dan intimidasi yang digunakan untuk tausiah di beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: