Korban Gempa Lombok Masih Butuh Bantuan Pemulihan Psikologis

Oleh Liputan6.com pada 25 Agu 2018, 11:51 WIB
Diperbarui 25 Agu 2018, 11:51 WIB
Suasana di Mataram pasca-gempa 7,0 SR di Mataram, Lombok
Perbesar
Suasana di Mataram pasca-gempa 7,0 SR di Mataram, Lombok (Liputan6/Sunariyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Sub Tanggap Darurat Bencana PMI, Ridwan Sobri Carman mengatakan pemulihan psikologis para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih diperlukan. Sebab, kata dia, masih banyak korban trauma akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Perlu dilakukan sangat masif. Karena katakanlah yang masih utuh seperti kita normal saja masih takut untuk masuk ke rumahnya," kata Ridwan di dalam sebuah diskusi bertajuk 'Lombok status bencana dan kita' di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2018).

"Ini yang salah satu kita harapkan upaya percepatan itu dari sisi psikologis," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan Kemensos dalam menangani bencana telah menerjunkan fasilitas dari pusat sebanyak 20 orang. Sementara Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari NTB telah membuat sebanyak 500 orang.

"Bencana gempa di NTB ini telah membuat pajak bagi Tagana dari berbagai provinsi. Sebanyak 12 provinsi ikut peduli dengan saldo Tagana," tuturnya.

Dari beberapa waktu lalu, kata Harry, terdapat 633 Tagana yang bekerja untuk aplikasi umum lapangan, evakuasi, layanan psikososial, bantuan, pencarian korban, data verifikasi korban, dan ikut membersihkan puing-puing reruntuhan rumah bersama TNI, Basarnas, Kepolisian dan para relawan dari berbagai organisasi.

Reporter: Sania Mashabi

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

Saksikan video pilihan di bawah ini