Grab Indonesia Menyatakan Komitmennya terkait Kesejahteraan Pengemudi

Oleh Ika Defianti pada 07 Agu 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 07 Agu 2018, 16:00 WIB
Driver Grab Bike Mengaku Bangga Jadi Bagian Kirab Obor Asian Games 2018

Liputan6.com, Jakarta - Grab Indonesia menyatakan komitmennya untuk kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi. Hal tersebut guna terciptanya sistem transportasi modern dan terintegrasi, serta guna menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyatakan, dukungan Grab sebagai official mobile platform partner Asian Games 2018 merupakan wujud komitmen jangka panjang terhadap Indonesia.

Dia menyebut, ada tiga hal yang telah dilakukan Grab Indonesia untuk meningkatkan kesejahtreraan para pengemudi.

Pertama, pendapatan mitra GrabBike di-review secara berkala telah mengalami peningkatan sebesar 12% per bulan dalam 3 bulan terakhir melalui peningkatan layanan GrabBike, GrabExpress dan GrabFood.

GrabBike juga telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000, sehingga telah menaikkan tarif  per km dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan jarak pendek. 

Yang ketiga, melalui peningkatan teknologi berdasarkan masukan mitra pengemudi aktif, GrabBike telah meningkatkan rata-rata tarif per km secara berkala jauh di atas Rp 2.000.

"Perwakilan mitra pengemudi dan manajemen Grab pun telah terlibat dalam berbagai forum diskusi, di mana telah dipahami bahwa kenaikan tarif secara drastis dan terlalu tinggi berpotensi membahayakan pendapatan mitra pengemudi, karena penumpang akan membandingkan tarif tersebut dengan moda transportasi lain," kata Ridzki di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Sementara itu, mitra pengemudi GrabBike sejak 2015, Rahmat, mengaku kenaikan tarif yang dilakukan secara bertahap merupakan solusi tepat yang sudah dilaksanakan oleh Grab. Dia menyatakan adanya peningkatan pendapatan yang cukup signifikan dengan dukungan teknologi terbaru dari Grab.

"Asian Games adalah kesempatan untuk menampilkan sisi terbaik kita demi nama baik bangsa dan negara Indonesia. Bukan waktu buat demo. Seharusnya fokus kita memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang, karena pasti banyak dari berbagai daerah dan negara lain," ucapnya.

Direktur Multimoda Direktorat Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani mengatakan pemerintah sudah sedari awal telah terlibat dan telah memberikan ruang kepada pihak yang terkait untuk berdiskusi dan mencari solusi.

"Hal ini sudah berlangsung cukup lama. Kami mengerti apa yang telah dijelaskan oleh pihak Grab dan mencatat telah dilakukan perbaikan dari sisi pendapatan dan tarif berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari mitra pengemudi di lapangan," jelas Ahmad.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: