Pemkab Kulon Progo Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

Oleh Maria Flora pada 03 Agu 2018, 13:54 WIB
Diperbarui 03 Agu 2018, 13:54 WIB

Fokus, Yogyakarta - Beberapa bulan terakhir, musim kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah. Dampak kekeringan kini dirasakan warga.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (3/8/2018), pemerintah Kabupaten Kulon Progo bahkan sudah menetapkan status darurat kekeringan setelah ribuan warga di 8 kecamatan mengalami kesulitan air dalam 2 bulan belakangan ini.

Sementara itu, warga Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut pemberian air bersih dari pemerintah setempat. Bahkan, sumur hingga kedalaman puluhan meter sudah tidak dapat dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak delapan dari 12 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo kini sudah masuk zona merah kekeringan. Status darurat kekeringan pun akhirnya ditetapkan Bupati Kulon Progo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo telah mengajukan bantuan ke tingkat provinsi dan pemerintah pusat untuk penambahan kendaraan guna proses menyuplai air bersih, penyediaan instalasi air mandiri hingga bak penampungan permanen.

"Status darurat ditetapkan sampai 30 September 2018," kata Kepala BPBD Kulon Progo Ariadi.

Musim kemarau berkepanjangan tak hanya membuat warga menderita. Puluhan ekor buaya muara di penangkaran Pantura Blanakan Subang, Jawa Barat, juga terkena dampaknya. 

Pihak pengelola penangkaran buaya mengaku tak bisa berbuat banyak. Selain tak tersedianya cukup dana, juga karena tidak tersedianya air untuk mengisi kolam. Saat ini, pihak pengelola hanya berharap segera terjadi air pasang laut, sehingga kolam rendam untuk buaya dapat segera terisi air. (Muhammad Gustirha Yunas)