BMKG: Tak Perlu Panik, Gempa Susulan Pertanda Baik

Oleh Rita Ayuningtyas pada 30 Jul 2018, 08:59 WIB
Diperbarui 01 Agu 2018, 08:13 WIB
Gempa Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Gempa susulan terus mengguncang Lombok. Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa susulan terjadi hampir setiap jam pada pagi ini, Senin (30/7/2018).

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, setiap gempa berkekuatan besar, lazim dan pasti disertai ada gempa susulan.

Namun, warga tidak perlu panik dengan adanya gempa susulan. Adanya lindu susulan tersebut merupakan pertanda baik.

"Tidak perlu panik, gempa susulan itu sebenarnya baik. Karena itu merupakan sarana release atau melepas energi yang tersimpan. Jadi lebih baik ada gempa susulan. Kalau tidak, malah ditakutkan terjadi gempa yang besar lagi," ujar Daryono ketika dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin.

Menurut dia, energi ini dilepas terus menerus hingga habis. Saat itulah terjadi kestabilan tektonik, gempa susulan pun berhenti. Oleh karena itu, gempa susulan di Lombok tidak berkekuatan besar dan trennya mengecil.

"Memang implikasi atau dampaknya membuat masyarakat resah. Karena sudah ada bangunan rusak dan korban yang jatuh. Tapi sekali lagi, gempa susulan itu baik, tidak usah panik," kata Daryono.

Walaupun, dia tetap meminta masyarakat untuk waspada. Misal, bagi warga yang rumahnya sudah rusak, jangan ditempati. Lebih baik berteduh di pengungsian. Sebab dikhawatirkan, ketika ada gempa susulan meski berskala kecil, bangunan itu akan roboh. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

14 Orang Meninggal

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat gempa Lombok. Sementara 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.

Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Pada Kabupaten Lombok Timur terdapat 10 orang meninggal dunia. Sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Lanjutkan Membaca ↓