Gabung PDIP, Mengapa Kapitra Ampera Tetap Dukung Rizieq Shihab Jadi Capres?

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2018, 07:09 WIB
Diperbarui 01 Agu 2018, 06:13 WIB
Mantan anggota GNPF Kapitra Ampera (Merdeka.com/Ronald)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, resmi menyatakan diri sebagai calon legislatif dari PDIP di dapil Riau 2. Kendati demikian, dia tetap memberikan dukungan kepada Rizieq ketimbang Joko Widodo sebagai calon presiden.

Kapitra Ampera mengaku kecewa atas beberapa partai politik yang tak mendukung Rizieq Shihab sebagai calon presiden 2019-2024. Pasalnya, pada aksi bela Islam partai politik menginginkan Rizieq memimpin negara ini. Namun, hasil keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Untuk itu Ijtima kemarin, kita menginginkan dan banyak sekali suara-suara yang menginginkan agar Habib Rizieq dicalonkan, tapi kenyataannya adalah bahwa yang dicalonkan itu tokoh partai. Banyak sekali yang kecewa saya termasuk orang yang kecewa," ujar Kapitra di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu 29 Juli 2018.

Berdasarkan keputusan, yang bakal menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo adalah Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Asegaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS). Namun, menurut Kapitra, ini adalah setting-an agar nama Prabowo melonjak.

"Kalau tadi dikatakan Prabowo dengan UAS itu hanya kamuflase supaya suara Pak Prabowo bisa naik. Saya sampaikan pada UAS, dan alhamdulillah dia menolak untuk dicalonkan," ujar Kapitra Ampera.

Lebih lanjut Kapitra menduga partai politik hanya memanfaatkan aksi bela Islam untuk mendulang suara dalam pemilihan presiden.

"Aktivis pembela islam ini ada di partai oposisi, yang katanya juga ikhlas, katanya juga islam, mendukung perjuangan umat islam, bukan menunggangi. Itu kita sambut baik dan kita ingin meminta bukti kalau anda ingin bangsa ini lebih berkeadilan lepaskan egomu itu. Dukung lah ulama menjadi calon presiden," pungkas Kapitra.

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: