Kapitra Akan Buat Ijtima Ulama Tandingan Calonkan Rizieq Shihab

Oleh Merdeka.com pada 29 Jul 2018, 20:55 WIB
Diperbarui 31 Jul 2018, 20:13 WIB
Mantan anggota GNPF Kapitra Ampera (Merdeka.com/Ronald)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan anggota Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Kapitra Ampera kecewa dengan keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. Pasalnya, forum itu tak merekomendasikan Rizieq Shihab sebagai calon presiden 2019-2024.

"Kita lagi konsolidasi dan kita akan berusaha membatalkan itu. Kalau perlu bikin Ijtima tandingan. Yang kita adakan yang lebih besar," kata Kapitra di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (29/7/2018).

Ia mengklaim pendukung GNPF dari berbagai daerah kecewa atas putusan Ijtima Ulama. Forum itu merekomendasikan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Asegaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad, sebagai cawapres, untuk dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sebagai presiden.

"Banyak sekali suara-suara yang menginginkan agar Habib Rizieq dicalonkan, tapi kenyataannya adalah bahwa yang dicalonkan itu tokoh partai," tegasnya.

Bahkan, Kapitra juga menolak bila Rizieq Shihab menjadi wakil Prabowo. Baginya, hal itu merupakan penghinaan.

"Ya nggak bisa dong, itu penghinaan terhadap ulama. Rizieq Shihab Presidennya," pungkas Kapitra.

Saksikan video pilihan di bawah ini