Ketua MUI: Karakter Bangsa Harus Diperbaiki

Oleh Liputan6.com pada 29 Jul 2018, 06:21 WIB
Diperbarui 29 Jul 2018, 06:21 WIB
20161013-Penyataan-MUI-HEL
Perbesar
Ketua Umum MUI Pusat, Maruf Amin memberi keterangan terkait polemik ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Kamis (13/10). Ia meminta masyarakat tetap tenang menyikapi hal tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia harus memiliki karakter baik untuk menjadi negara yang kuat. Oleh karena itu, karakter bangsa harus diperbaiki.

"Harus ada pembangunan karakter bangsa. Kalau bangsa tidak berkarakter, negara ini akan hancur," ujar Ma'ruf di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 28 Juli 2018.

Menurut dia, banyak hal yang harus diperbaiki dalam karakter bangsa saat ini. Salah satunya terkait keutuhan bangsa. Begitu juga dengan keamanan.

"Saya kira banyak. Pertama, tentu kita menjaga keutuhan bangsa ini, kalau bangsa tidak bersatu terpecah belah itu sulit. Kedua harus terjamin keamanan dan kedamaian. Tanpa keamanan seperti di negara-negara konflik tidak bisa berbuat apa-apa," kata Ketua MUI Ma'ruf.

Ketiga adalah ekonomi. Ekonomi umat, lanjut dia, patut diperhitungkan. Ekonomi umat dipercaya menjadi salah satu gerakan yang diyakini dapat membangkitkan ketahanan pangan.

"Tidak hanya ekonomi kuat, tapi ekonomi umat yang dirintis saat ini harus berjalan baik, bila tidak maka tidak menjadi apa-apa," ujar Ketua MUI yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama ini seperti dilansir Antara.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya