Alasan PAN dan PKS Belum Deklarasi Dukungan Untuk Prabowo

Oleh Liputan6.com pada 17 Jul 2018, 07:15 WIB
Diperbarui 17 Jul 2018, 07:15 WIB
Sambangi DPR, Prabowo Bahas Serangkaian Teror di Tanah Air
Perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyambangi Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, (16/5). Kedatangan Prabowo untuk membahas perkembangan politik terkini termasuk adanya serangkaian teror. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dan sampai saat ini belum mendeklarasikan koalisi Pilpres 2019 bersama Gerindra . Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai itu sebagai hal yang wajar.

PKS dan PAN juga berkaca pada Pilpres 2014 lalu yang mana ketum Gerindra Prabowo Subianto tumbang oleh Jokowi.

"Kita harus punya kalkulasi lebih matang, kita punya pengalaman di 2014. Kita kan kekuatan kita terbatas, resources kita terbatas, jadi kita harus hitung betul supaya Pemilu 2019 ini bisa membawa perubahan, Bisa mengganti Presiden bisa mengalahkan incumbent," kata Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Petinggi PAN, PKS dan Gerindra sendiri beberapa hari lalu telah melakukan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto Kertanegara, Jakarta. Menurut Muzani, ketiganya sudah memiliki pandangan sama tentang masalah bangsa dan negara.

Seperti hutang yang melambung dan ekonomi yang sulit. Gerindra, PKS dan PAN pun sepakat kerumitan hidup bangsa yang berat bisa diatasi jika ada persatuan dan kesatuan di antara kaum yang memiliki kepedulian.

"Termasuk partai-partai dan tokoh tokoh (PKS PAN) yang memiliki kepedulian ini. Dan mereka sepakat bahwa kita harus saling mengokohkan komunikasi dan terus mengadakan silaturahmi. Dan kita harus mulai mengerucut pada pembicaraan soal Presiden dan wakil Presiden," tutur Muzani.

2 dari 2 halaman

Sepakat Dukung Prabowo

Dengan kesamaan pandangan tentang masalah bangsa, lanjut Muzani, PKS dan PAN secara lisan sepakat jika Prabowo Subianto yang didukung sebagai calon Presiden. Soal pendampingnya menyusul.

"Sebagai Presiden mereka secara lisan memang sepakat kalau pak Prabowo Presidennya, calonnya. Wakil presiden kan memang kita sudah tau semua memang belum ada kesepakatan," terang dia. 

Muzani menjelaskan, visi untuk mengatasi permasalahan bangsa sudah sama. Namun, belum ada keputusan resmi mengusung Prabowo sebagai sebagai formula politik koalisi.

"Bahwa kesepakatan diskusi itu belum menghasilkan sebagai sebuah formula politik iya, tapi omongan itu sebagai sebuah dasar bagi perbaikan bangsa iya," tutup Wakil ketua MPR. 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Lanjutkan Membaca ↓