Indef: Pos Kementerian BUMN Harus Dipegang Profesional

Oleh Liputan6.com pada 18 Okt 2019, 23:27 WIB

Diperbarui 19 Okt 2019, 07:13 WIB

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berfoto bersama menteri kabinet pemerintahan periode 2014-2019.

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pos-pos menteri yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti Kementerian BUMN harus dipegang kalangan profesional.

Bhima menegaskan hal itu, lantaran beberapa waktu belakangan beredar sejumlah nama-nama menteri pengisi pos Kementerian Ekonomi yang dianggap bukan bagian dari kelompok profesional.

"Tolong lah pos ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak (Kementerian BUMN) dikasih ke orang profesional," ujarnya dalam diskusi di Kedai Tempo Utan Kayu, Jakarta Timur, Jum'at (18/10/2019).

Meskipun demikian Bhima enggan menilai satu persatu nama-nama calon menteri BUMN yang dimaksud. Bhima pun hanya mengingatkan Kementerian ini berfungsi mengurusi kepentingan rakyat banyak.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar semua pihak bersabar terkait nama-nama menteri kabinet jilid II. Dia memastikan akan langsung mengumumkan jajaran kabinet usai dirinya bersama Ma'ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Mbok ya sabar, paling sehari-dua hari (setelah pelantikan). Paling lama tiga hari, nanti kan juga tau," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Jokowi membuka kemungkinan pengumuman menteri bisa dilakukan di hari yang sama dengan pelantikan pada 20 Oktober. Namun, bisa juga sehari setelahnya.

"Kita mungkin bisa Minggu, bisa juga Senin, bisa Selasa," ucapnya.

Dia enggan berbicara banyak soal kabinet. Menurut Jokowi, total kementerian jilid II masih sama dengan saat ini.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓