Fenomena Embun Es di Dieng, Ini Penjelasan BMKG

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 07 Jul 2018, 08:51 WIB
Diperbarui 09 Jul 2018, 08:13 WIB
Hujan Es Batu

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena suhu dingin dan embun beku di lereng Pegunungan Dieng sebenarnya disebabkan oleh kondisi meteorologis dan musim kemarau yang tengah terjadi saat ini.

"Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering. Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa. Itu yang menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/7/2018).

Selain itu, kata dia, kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.

Pada kondisi puncak kemarau saat ini, kata Herizal, di Jawa dan beberapa tempat yang berada pada ketinggian, terutama di daerah pegunungan, diprediksi mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat Celsius. Hal ini disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan, lebih-lebih pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan. Sehingga menimbulkan suhu dingin.

Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput.

"Air embun yang menempel dipucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat. Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua," tambah Herizal. 

2 of 2

Tak Dipengaruhi Aphelion

Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa fenomena aphelion tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan suhu di Indonesia. Sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap informasi yang menyatakan bahwa akan terjadi penurunan suhu ekstrem di Indonesia akibat dari aphelion.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓