Erupsi Gunung Agung Kembali Terjadi Siang Ini

Oleh Maria Flora pada 04 Jul 2018, 12:34 WIB
Diperbarui 04 Jul 2018, 12:34 WIB
Gunung Agung Meletus
Perbesar
Gunung Agung meletus, Selasa 2 Juli 2018, pukul 21.04 WITA.

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi susulan, Rabu (4/7/2018), pukul 12.20 Wita. Dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.500 m di atas puncak (± 5.642 m di atas permukaan laut).

Menurut keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Agung, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 1 menit 58 detik.

Saat ini Gunung Agung berada pada status Level III atau Siaga. Karenanya diimbau masyarakat yang ada disekitar gunung setinggi 3.142 Mdpl itu tidak melakukan pendakian dan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya. Yaitu di seluruh area dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Karena zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan masih dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gunung Agung Erupsi, Ini Imbauan PVMBG

Gunung Agung Semburkan Lava Pijar
Perbesar
Api membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah terlihat dari Karangasem, Bali, Selasa (3/7). Lontaran lava pijar pun teramati keluar kawah dengan jarak mencapai 2 ribu meter. (AP/Firdia Lisnawati)

Selain itu, PVMBG juga mengibau masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung lebih waspada akan potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan, terutama pada musim hujan jika material erupsi masih terpapar di area puncak

Karena areal landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

 

Saksikan video pilihan selengkapnya di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya