PSI Menghadiri Konferensi Partai Politik se-Asia di Nepal

Oleh Liputan6.com pada 28 Jun 2018, 20:38 WIB
Diperbarui 30 Jun 2018, 20:13 WIB
Sejumlah pengurus DPP PSI bertemu dengan Dubes RI untuk Indonesia Rusi Kirana di Kuala Lumpur, Malaysia (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadiri sebuah konferensi sosial demokrat yang diadakan oleh lembaga internasional yang berpusat di Jerman, Friedrich Ebert Stiftung (FES) di Kathmandu, Nepal.

Konferensi yang bertemakan An Economy for Progress and Justice ini dihadiri oleh perwakilan partai politik dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Filipina, Timor Timur, Korea Selatan, dan Mongolia.

PSI sendiri mendelegasikan dua kader sebagai pendiskusi di acara ini, yakni Dedek Prayudi dan Dwi Ester Mopeng yang sudah memiliki pengalaman di dunia internasional.

"Acara ini menjadi sangat penting karena kami anak muda percaya bahwa selain status kami sebagai warga negara Indonesia, kami juga adalah warga negara dunia," ujar Dedek Prayudi dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Kamis (28/6/2018). 

Dedek mengatakan, tidak ada suatu bangsa di dunia yang mampu bertahan menghadapi tantangan global yang juga mempengaruhi pembangunan dalam negeri, tanpa membangun kerja sama yang baik dengan bangsa lain.

Sementara itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan pihaknya datang atas undangan FES. Menurut dia, FES menilai PSI sebagai partainya anak muda yang berpikiran progresif dan global.

"Kami diyakini dapat membawa kemajuan berarti bagi Indonesia, dinilai dari pemikiran-pemikiran dan cara berpolitik kami. Insyaallah kami mampu memberikan warna tersendiri bagi diskusi," kata Grace Natalie.

2 dari 2 halaman

Dukungan Masyarakat

Keluarkan SP3, Bareskrim Hentikan Kasus Iklan PSI
Ketua umum PSI, Grace Natalie saat menggelar konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (1/6). Sebelumnya pada 23 April 2018, PSI memasang iklan alternatif cawapres dan Kabinet Jokowi 2019-2024 di sebuah koran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dijadwalkan kader-kader PSI akan mengikuti diskusi mengenai berbagai hal seperti "digitalisasi dan masa depan dunia kerja", "merancang ulang skema dunia kerja agar sesuai dengan kebutuhan masa depan" dan "perkembangan politik global terkini".

Mengingat pentingnya materi diskusi tersebut, Grace meminta dukungan dan doa dari masyarakat di tanah air.

"Materi diskusi ini seyogyanya menghasilkan pemikiran-pemikiran segar untuk menjawab tantangan pembangunan terkini di Indonesia sebagai bagian penting dari kancah politik internasional. Saya dengan sangat rendah hati meminta doa dari seluruh masyarakat di Indonesia," tutup Grace. 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓