Megawati dan Puti Guntur Hadiri Haul Bung Karno di Blitar Hari Ini

Oleh Liputan6.com pada 20 Jun 2018, 08:16 WIB
Diperbarui 20 Jun 2018, 08:16 WIB
20170605-Megawati Hadiri Peringatan Haul Bung Karno di Blitar-Tallo
Perbesar
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri memanjatkan doa usai menaburkan bunga di pusara makam Presiden Pertama Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Senin (6/6). Ini merupakan rangkaian dari acara hari lahir Pancasila dan Haul Bung Karno. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menghadiri Haul ke-48 Presiden pertama RI Soekarno, di Kompleks Makam Bung Karno di Kota Blitar, Rabu ini.

"Haul ini dimulai sore hari hingga sebelum Isya dan rutin digelar untuk mengenang wafatnya Bung Karno, 21 Juni 1970," ujar Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (20/6/2018).

Sejumlah tokoh nasional, antara lain putri Bung Karno sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, cucu Bung Karno sekaligus Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno, beserta keluarga besarnya.

Selain itu, dijadwalkan hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  Said Aqil Siradj dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar serta Mahfud MD dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).

Puluhan kiai sepuh NU dan pejabat-pejabat negara lain juga dijadwalkan hadir pada kegiatan yang menjadi rangkaian momentum "Juni Bulan Bung Karno" itu.

Menurut dia, momentum Haul Bung Karno tahun ini membahagiakan karena dihadiri keluarga Bung Karno dan tokoh-tokoh bangsa, sekaligus menegaskan hubungan kultural dan kebersamaan para ulama NU dan kaum nasionalis yang erat.

Wakil Ketua MPR RI itu, menjelaskan Haul Bung Karno akan didahului pembacaan Surat Yassin dan Tahlil untuk mendoakan arwah Bung Karno, setelah itu dilanjutkan tausyiah agama yang akan disampaikan? Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj.

"Ibu Megawati akan menyampaikan sambutan untuk mewakili keluarga besar Bung Karno," ucap Basarah seperti dikutip dari Antara.

Tradisi Haul Bung Karno, kata dia, telah dimulai sejak lama, yakni semasa Orde Baru berkuasa dan selalu dihadiri oleh masyarakat luas, baik kalangan nasionalis, nahdliyin, maupun masyarakat umum lain.

"Apalagi tradisi ziarah kubur sudah menjadi bagian dari praktik Islam Nusantara yang sudah sejak zaman dulu. Dan, tradisi ini menjadi bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia," katanya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya