Jokowi Minta Isu Palestina Jadi Prioritas Indonesia di DK PBB

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2018, 14:46 WIB
Diperbarui 12 Jun 2018, 14:46 WIB
Presiden Jokowi (Titin Supariyatin/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membicarakan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019-2020. Jokowi menitipkan pesan arah diplomasi Indonesia.

"Isu Palestina akan menjadi prioritas bagi Indonesia dalam Dewan Keamanan PBB," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Jokowi meminta agar delegasi Indonesia mempersiapkan secara matang keanggotaan di DK PBB. Sebab, kata dia, terpilih sebagai anggota DK PBB merupakan tanggung jawab serta bentuk kepercayaan dunia yang harus dijalankan dengan baik.

"Saya juga meminta Menlu dalam enam bulan ke depan agar mempersiapkan secara baik untuk Indonesia duduk di DK PBB. Dimulai 1 januari 2019 yang akan datang," kata Jokowi.

Dia juga meminta agar persiapan enam bulan tersebut tidak menghambur-hamburkan uang. "Lebih mengedepankan rekam jejak dan visi indonesia untuk DK PBB," kata Jokowi.

Adapun empat prioritas keanggotaan Indonesia dalam DK PBB kata Jokowi, yaitu memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas dunia. Caranya, dengan memperkuat budaya penyelesaian konflik secara damai.

2 dari 2 halaman

Penguatan Sinergi

Jokowi juga meminta agar memprioritaskan penguatan sinergi antara organisasi kawasan dan DK PBB.

"Kita ingin meningkatkan pendekatan komprehensif dalam menangani kejahatan lintas batas, termasuk di dalamnya adalah terorisme. Serta Kita ingin menyinergikan upaya menciptakan perdamaian dengan pencapaian agenda pembangunan 2030," pungkas Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓