PKS Berharap Indonesia Prioritaskan Isu Rohingya dan Palestina di DK PBB

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 11 Jun 2018, 09:57 WIB
Diperbarui 11 Jun 2018, 09:57 WIB
Ekspresi Menlu Rini Usai Indonesia Terpilih Menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Liputan6.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera menyambut baik terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Kemenangan ini didapat setelah Indonesia memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB dalam sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, Sukamta berharap kesempatan ini dimanfaatkan optimal. Ia menyebut ada tiga prioritas yang harus dilakukan Indonesia sebagai anggota DK PBB.

"Upaya Kemerdekaan Palestina dan polemik atas posisi Yerusalem yang diklaim AS sebagai ibu kota Isarel. Kedua, persoalan etnis Rohingya untuk mendapatkan hak sebagai warga negara. Ketiga, upaya penanganan terorisme," kata Sukamta dalam keterangannya, Senin (11/6/2018).

Ia menyanjung keberhasilan Kementerian Luar Negeri. Kemampuan lobi Kemenlu, menurut Sukamta, sangat menonjol di tengah keterbatasan anggaran.

Pria yang juga duduk sebagai Sekretaris Fraksi PKS ini menilai posisi anggota tidak tetap DK PBB tidak perlu menjadi polemik. Meski tak sekuat anggota tetap, keberadaan Indonesia tetap akan berkontribusi dalam upaya diplomasi yang selama ini dilakukan.

Indonesia melalui keanggotaan di DK dapat bersuara lebih lantang dalam menyikapi persoalan Internasional.

"Tuntutannya tentu jadi lebih besar, masyarakat pasti mengharapkan Indonesia punya peran lebih kuat dalam mewujudkan perdamaian. Peran yang lebih kuat dalam diplomasi internasional ini tentu membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, ini perlu jadi perhatian pemerintah," jelas Sukamta.

Saksikan video pilihan di bawah ini