Kapolri: Waspada Terorisme, Ramadan Dianggap Bulan Amaliah

Oleh Maria Flora pada 05 Jun 2018, 16:53 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri memimpin rapat koordinasi lintas sektor kesiapan pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah. Kapolri mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai ancaman teror. Dia merujuk pada sejarah Bom Bali II dan bom di Kedutaan Besar Australia yang terjadi di bulan Ramadan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (5/6/2018), hingga kini masih ada sel teroris aktif terutama sel Jamaah Anshorut Daulah JAD) pascaserangan bulan lalu. Tito meminta semua polda bekerjasama dengan TNI untuk memantau sel teror tersebut.

"Kita perlu kewaspadaan karena kelompok terorisme ini menganggap bulan Ramadan adalah bulan amaliah. Menurut mereka, kalau melakukan aksi di bulan Ramadan amalnya lebih tinggi," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Sementara itu, Tim Densus 88 terus bergerak. Mereka berhasil menangkap seorang terduga teroris di Kendal, Jawa Tengah. EP ditangkap usai mengantarkan makan sahur untuk anaknya. Polisi juga menggeledah rumahnya dan menyita sebuah telepon genggam.

Sementara itu, di Sidoarjo, Jawa Timur, densus 88 menangkap UJ, Minggu, 3 Juni 2018. Selama ini, UJ dikenal tertutup oleh warga sekitar. Menjelang ditangkap, UJ mengubah penampilannya.