Sejumlah Wilayah di NTT Dilanda Kekeringan Ekstrem

Oleh Liputan6.com pada 04 Jun 2018, 08:38 WIB
Diperbarui 04 Jun 2018, 08:38 WIB
Kuda Liar Mati di Arizona
Perbesar
Sisa-sisa kerangka di mana puluhan kuda ditemukan mati dekat kubangan air kering di Cameron, Arizona, AS, 3 Mei 2018. Kematian lebih dari 100 ekor kuda liar itu adalah contoh paling mencolok dari kemarau panjang di wilayah tersebut. (AP/Felicia Fonseca)

Liputan6.com, Kupang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kekeringan ekstrem.

"Wilayah-wilayah itu sekitar Wulandoni, Kabupaten Lembata dan wilayah Temu Kanatang dan Malahar di Kabupaten Sumba Timur," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi kelas II Kupang Apolinaris Geru di Kupang, Senin (4/3/2018) terkait hasil monitoring Hari Tanpa Hujan di NTT.

Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) dasarian III Mei 2018, NTT pada umumnya mengalami kriteria Hari Tanpa Hujan dengan kategori sangat panjang (31-60) hari.

"Tetapi ada beberapa wilayah juga mengalami hari hujan tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem (lebih 60 hari)," kata ujar Apolinaris seperti dilansir Antara.

Sementara hasil analisis curah hujan dasarian III Mei 2018 pada umumnya wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mm).

Namun di sebagian kecil Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagian Kabupaten Manggarai Timur mengalami curah hujan dengan kategori menengah (51-150 mm).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Peluang Hujan

Mengenai peluang dasarian I Juni 2018, dia mengatakan berdasarkan peta prakiraan peluang curah hujan dasarian I Juni 2018, pada umumnya wilayah NTT diprakirakan memiliki peluang curah hujan 0-20 mm.

Sedangkan sebagian besar wilayah Kabupaten Malaka, sebagian kecil Kabupaten Belu, sebagian Kabupaten Timor Tengah Selatan diprakirakan berpeluang hujan berkisar antara 21-50 mm sebesar 30-80 persen.

Lanjutkan Membaca ↓