Cerita JK Ditegur Pelayan karena Pesan Kopi Saat Ramadan

Oleh Liputan6.com pada 01 Jun 2018, 05:34 WIB
Diperbarui 01 Jun 2018, 05:34 WIB
Wapres Jusuf Kalla Buka Bedah Buku Sofjan Wanandi dan Tujuh Presiden
Perbesar
Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersiap membuka bedah buku Sofjan Wanandi dan Tujuh Presiden di Jakarta, Rabu (23/5). Dalam sambutannya, JK mengatakan, Sofjan Wanandi memiliki jaringan yang sangat luas dan dikenal baik. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK bersyukur di Indonesia masih diberikan kemudahan waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma) ketika mengikuti acara.

"Saya bersyukur di RI pasti interupsi segala macam itu untuk ishoma," kata JK di depan para pengurus ICMI, Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Kamis (31/5/2018).

Berbeda dengan di Istanbul, Turki, JK menceritakan saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) pada Jumat, 18 Mei lalu di awal Ramadan, sulit untuk diberikan waktu untuk beribadah. Dia menceritakan OKI dimulai pukul 17.00 sore waktu Turki. Sampai Magrib berkumandang, JK berharap bisa diberikan ishoma.

Namun acara tetap dimulai, hanya diberikan teh hangat dan kurma. Usai acara pun salat Magrib dan Isya, kata JK, pun dijamak. Tarawih juga tidak sempat.

"Ternyata pertemuannya simpel sekali. Jadi sebelum Magrib dibagilah teh dan kurma. Saya pikir biasa juga. Bicara membuka pidato semua sampai azan berhenti, buka puasalah. tapi setelah itu langsung aja bicara aja terus," kata JK.

2 dari 2 halaman

Beda di Spanyol

Wapres Jusuf Kalla dan Try Sutrisno Layat Mendiang Probosutedjo
Perbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani tiba di rumah Probosutedjo, Jakarta, Senin (26/3). Adik mantan presiden Soeharto itu meninggal dunia pagi tadi. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Berbeda saat bertang ke Spanyol saat Ramadan bersama Kedutaan RI 10 tahun lalu. JK sempat jadi musafir.

"Saya naik pesawat dari AS singgah di Frankfurt lalu ke Madrid tentu tidak sempat. Kita musafir aja. Jam enam saya pikir sudah lewat puasa. Saya tiru teman teman sudah banyak. Terus ke mana kita ini, oh kita jalan-jalan sambil cari minum kopi saya bilang," cerita JK.

Ketika di Kafe bersama 15 orang, JK sempat ditegur pelayan lantaran memesan kopi, tetapi belum saatnya berbuka. Namun JK bilang, mereka adalah musafir. Tetapi dia ingat bukan musafir lantaran menggunakan pesawat terbang.

"Kalau saya terbang tidak dianggap musafir. Kalau kita 80 km langsung ke Bogor dikit bisa (dianggap musafir)," ungkap JK.

Lalu pelayan di kafe tersebut JK mengingatkan agar memberi contoh sebagai wakil presiden. Kemudian, pelayan tersebut mempersilakan JK menikmati kopi, tetapi esoknya harus berpuasa kembali.

"Wakil Presiden janji, besok puasa, hari ini saya kasih kopi tapi besok mesti puasa?" kata JK sambil menirukan pembicaraan pelayan tersebut.

"Iya," JK menjawab.

Dari dua negara yang telah disambangi, JK mendapat pelajaran soal agama di Spanyol. Oleh karena itu persoalan keagaaman harus dikaji.

"Karena itu, maka banyak hal hal yang perlu dikaji, dalam keagamaan kita," ungkap JK.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓