Ali Mochtar Ngabalin: Tak Boleh Ada Penumpang Gelap Reformasi

Oleh Liputan6.com pada 30 Mei 2018, 07:43 WIB
Diperbarui 30 Mei 2018, 07:43 WIB
6 Politisi Pembelot Partai
Perbesar
Ali Mochtar Ngabalin. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mendukung gerakan reformasi yang dinilainya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Hal itu dikatakan dalam acara Reuni Aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Selain itu, dia pun mengibaratkan bahwa gerakan reformasi itu seperti sebuah kapal yang mana semua penumpang harus memiliki atau mempunyai suatu tiket.

"Tak boleh ada penumpang gelap. Karena itulah maka negeri ini harus kita jaga dengan baik, harus kita pelihara dengan baik. Tidak boleh ada paham radikalisme, terorisme yang ingin merusak negeri ini dengan caci maki, fitnah dan adu domba," kata Ali, Selasa (29/5/2018).

Dia menyebutkan, negara yang berlambangkan Burung Garuda ini telah dibangun dengan semangat spiritual yang sangat tinggi. Karena itu dia secara tegas menolak adanya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

"Menggunakan agama sebagai sosok yang bersih, kemudian mengkafirkan orang lain dan membuat orang lain menjadi rata," tegas Ali Mochtar.

Padahal, lanjut dia, pemerintah sangat menolak adanya paham-paham radikal. Terlebih lagi paham-paham tersebut mengatasnamakan agama tertentu untuk memecah belah bangsa.

"Jangan menggunakan agama sebagai sosok yang bersih, kemudian mengkafirkan orang lain," kata Ali.

Selain itu, Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh seluruh Indonesia itu mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan rumah bagi semua rakyat atau golongan apa pun.

"Negeri ini adalah negeri bagi semua. Saya berterima kasih kepada semua (aktivis). Kita harus melawan semua bentuk kekerasan dan intimidasi," pungkas Ali Mochtar.

 

Reporter: Nur Habibie