Angkasa Pura I Mulai Menyusun Kajian Rencana Pengelolaan Bandar Udara APT Pranoto Samarinda

Oleh Gilar Ramdhani pada 24 Mei 2018, 13:54 WIB
Diperbarui 26 Mei 2018, 13:13 WIB
Angkasa Pura I Mulai Menyusun Kajian Rencana Pengelolaan Bandar Udara APT Pranoto Samarinda

 

Liputan6.com, Samarinda PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait rencana kerja sama dan penyusunan kajian pengelolaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, pada Kamis (24/5) di Samarinda.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, bertepatan pada acara soft opening Bandar Udara APT Pranoto.

Nota kesepahaman ini merupakan landasan awal atas rencana kerja sama pengelolaan Bandara APT Pranoto yang kerap disebut Bandara Samarinda Baru (BSB) dan bertujuan menyusun kajian rencana pengelolaan Bandara APT Pranoto yang saling menguntungkan, efisien dan berkelanjutan.

“Rencana pengelolaan bandara ini merupakan salah satu bentuk sinergi kami dengan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Sebagai langkah awal kerja sama akan dilakukan penyusunan kajian terlebih dahulu, lanjut Faik Fahmi, PT Angkasa Pura I (Persero) akan mengeksplorasi peluang kerja sama pengelolaan Bandara APT Pranoto dengan melakukan beberapa hal seperti pembuatan rencana dan metode kerja; pengadaan jasa konsultan dan profesi penunjang lain; melakukan pengumpulan data teknis, hukum dan ekonomi serta berkoordinasi dengan instansi berwenang.

"Hasil kajian ini nantinya akan digunakan dalam perencanaan strategis pengelolaan Bandar Udara APT Pranoto dan dijadikan dasar pertimbangan untuk pembuatan perjanjian kerja sama. Kami harap bentuk sinergi BUMN dengan pemerintah daerah ini akan membawa kontribusi positif terhadap pemerataan pengembangan perekonomian daerah,” ujar Faik Fahmi.

 

(*)