Sukses

Kecelakaan Maut Bumiayu, Puluhan Ormas Larang Truk Lintasi Flyover Kretek

Korban tewas kecelakaan maut truk tronton pengangkut gula di Brebes bertambah menjadi 12 orang. Sementara keluarga terus berdatangan ke rumah sakit untuk mengambil jenazah korban.

Patroli, Brebes - Korban tewas kecelakaan maut truk tronton di Brebes, Jawa Tengah, bertambah menjadi 12 orang. Hingga Minggu malam, 20 Mei 2018, keluarga korban terus berdatangan ke RSUD Bumiayu untuk mengambil jenazah korban, sementara sopir truk maut telah diamankan polisi.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Senin (21/5/2018), aparat dibantu warga melakukan evakuasi tronton maut yang terguling di pinggir Jalan Diponegoro, Jati Sawit, Bumiayu ini. Untuk menarik tronton yang telah memakan korban 12 jiwa tersebut, petugas menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Kecelakaan maut  tersebut bermula saat truk tronton bermuatan gula rafinasi sebanyak 30 ton, meluncur kencang dari arah selatan menuruni fly over Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Tiba-tiba truk hilang kendali, hingga menabrak empat rumah, satu toko, sebuah mobil, 13 sepeda motor, becak, dan kerumunan warga.

Akibat kecelakaan maut tersebut puluhan orang menjadi korban. Hingga Minggu malam, petugas mencatat ada 12 orang meninggal dunia. Terdiri dari delapan orang warga Bumiayu, dua orang dari Purworejo, dan dua lagi diketahui dari Majalengka, Jawa Barat.

Ke-12 jenazah telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman mereka. Sementara, dari 12 korban luka-luka, sembilan di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sedangkan tiga korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Alam Medika dan di Rumah Sakit Siti Aminah.

Polisi juga telah mengamankan pengemudi truk dan membawanya ke rumah sakit karena mengalami luka luka. Sementara itu, buntut kecelakaan maut di Brebes, Jawa Tengah ini, puluhan warga anggota sejumlah ormas dan dibantu aparat setempat, menghadang kendaraan berat untuk tidak melintasi fly over Kretek.

Kendaraan-kendaraan berat dari arah Purwokerto, diminta putar balik dan dianjurkan lewat jalur tengah. Pengadangan kendaraan berat ini untuk mengantisipasi tidak terulangngya kecelakaan maut.