Bawa Misi Indonesia Aman, 8 Orang Mengembara Lintas Benua Pakai Mobil Tua

Oleh Yandhi Deslatama pada 21 Mei 2018, 04:07 WIB
Diperbarui 23 Mei 2018, 03:13 WIB
Bawa Misi Indonesia Aman, 8 Orang Mengembara Lintas Benua Pakai Mobil Tua

Liputan6.com, Jakarta - Delapan orang putra putri asli Banten akan mengembara ke 55 negara di tiga benua, selama satu tahun penuh.

Perjalanan mereka dimulai, Minggu (20/5/2018), usai berbuka puasa, dan berangkat dari pelataran Masjid Agung kesultanan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Mereka akan berkelana dengan mengendarai dua mobil Mercedes Benz tua.

"pada prinsipnya, kami yakin, ada sesuatu hal positif yang akan di dapat ke depannya. Mengingat, kami satu-satunya club otomotif yang melakukan perjalanan sejauh ini. Kita akan temukan kelebihan Indonesia dari sejumlah negara yang tentu akan kami sajikan ke masyarakat," kata Iip Amirullah, Ketua panitia bertema Mengembara Lintas Benua ini.

Salah satu pengendaranya seorang wanita bernama Elva Laily. Dia mengendarai sebuah sedan Mercedes Benz tahun 80-an. Wanita 35 tahun ini mengaku hanya membawa bekal pakaian selama satu Minggu, printer hingga kue khas Lebaran, untuk mengobati rasa rindu berlebaran di Indonesia.

"Bawa baju bekel seminggu, kan nanti bisa nyuci di kali, sekenanya aja dimana," seloroh wanita berjilbab ini.

 

 Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: 

2 of 2

Pesan Pemerintah

Bawa Misi Indonesia Aman, 8 Orang Mengembara Lintas Benua Pakai Mobil Tua. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)
Bawa Misi Indonesia Aman, 8 Orang Mengembara Lintas Benua Pakai Mobil Tua. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menitipkan pesan kepada perwakilan Mengembara Lintas Benua, untuk menjelaskan keadaan Indonesia yang aman dan bisa dikunjungi wisatawan mancanegara.

Karena peristiwa teror bom yang belakangan terjadi, telah mampu ditangani oleh petugas kepolisian.

"Putra Banten akan menyampaikan pesan ke negara luar, bahwa Indonesia negara yang damai, negara yang indah, negara yang bhineka dan utuh," kata Raden Isnanta, Deputi III Kemenpora.

Diperkirakan perjalanan ini akan berakhir pada Oktober 2018 di Jerman.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by