Din Syamsuddin: Tak Ada Agama Mana pun Benarkan Pengeboman Gereja

Oleh Jennar Kiansantang pada 13 Mei 2018, 18:03 WIB
Diperbarui 13 Mei 2018, 18:03 WIB
Para Pemuka Agama Gelar Musyawarah Bahas Kerukunan Bangsa
Perbesar
UKP-DKAP Din Syamsuddin saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Jakarta, Kamis (8/2). Ada tujuh isu keagamaan yang akan dibahas dalam musyawarah pemuka agama kali ini. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, mengutuk ledakan bom gerejadi Surabaya, Jawa Timur. Terlebih, peristiwa itu terjadi saat umat bergama tengah melaksanakan ibadah.

"Ini sungguh di luar perikemanusiaan dan periketuhanaan. Tidak ada agama mana pun, khususnya Islam, membenarkan tindakan seperti ini," kata Din di RS Bahayangkara Polda Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Ia menegaskan, aksi bom gereja di Surabaya merupakan tindakan terorisme. Din menduga ada juga campur tangan kepentingan pihak lain untuk menciptakan konflik antaragama.

"Tapi tidak tertutup kemungkinan berhimpit dari kepentingan lain dari pihak yang ingin menciptakan konflik di antara umat beragama," Din berujar.

Mantan Ketua Umum MUI ini meminta umat Islam berpegang pada ajaran Islam Wasathiyah yang berada di tengah, tidak masuk dalam ekstrimisme. Ia juga mengucapkan belangsungkawa kepada korban bom gereja Surabaya dan keluarganya.

 

Saksikan video menarik berikut ini: