Merapi Meletus, Moeldoko: Warga Tak Perlu Khawatir, Sudah Ada Protap

Oleh Yunizafira Putri Arifin Widjaja pada 11 Mei 2018, 14:45 WIB
Diperbarui 13 Mei 2018, 14:13 WIB
Erupsi Gunung Merapi

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan letusan freatik Gunung Merapi pagi tadi. Sebab, telah ada prosedur untuk menangani peristiwa ini.

"Jadi diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir sudah ada protap atau prosedur yang sangat bagus," ujar Moeldoko, di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Selain itu, menurut dia, kewaspadaan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan Gunung Merapi itu pun sudah tinggi. Sebagaimana yang telah ia lihat ketika berada di sana.

"Saya sudah lihat ke sana bagaimana masyarakat kalau ada kondisi begitu kumpulnya di mana, dan sudah biasa mereka, masyarakat sudah punya kewaspadaan tinggi," kata dia.

Mantan panglima TNI ini juga menuturkan, di Indonesia telah memiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menanggulangi bencana. Lembaga tersebut pun telah bekerja sangat baik, jika melihat berbagai penanggulangan peristiwa sebelum-sebelumnya dengan kecenderungan korban yang menurun.

"Kita punya pengalaman peristiwa di Bali, penanganannya juga reaksinya sangat cepat, pasti teman-teman yang ada di BNPB dan BPBD akan menangani dengan cepat," tuturnya.

BPBD Kabupaten Magelang meminta warga untuk mematuhi jarak aman usai Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jumat (11/5/2018).

"Jauhi radius 3 kilometer dari puncak Merapi," tulis BPBD Magelang dalam keterangannya kepada Liputan6.com.

Selain itu, warga sekitar Gunung Merapi diminta untuk tetap tenang. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Jika ada perkembangan informasi segera kami rilis," lanjut keterangan tersebut.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Bandara Adisutjipto Dibuka

Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali beroperasi normal. Sebelumnya, bandara internasional itu sempat ditutup karena terdampak debu vulkanik hasil letusan Gunung Merapi.

"Penutupan selama 58 menit dari Pukul 10.42 hingga pukul 11.40 WIB," jelas Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait dalam keterangan tertulis, Jumat (11/5/2018).

Yohanes melanjutkan, AirNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan.

Sebelumnya, penutupan bandara Adisutjipto berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B3564/18 yang diterbitkan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by