Tiga Wakil Daerah Resmikan Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018

Oleh Cahyu pada 11 Mei 2018, 12:45 WIB
Diperbarui 13 Mei 2018, 12:13 WIB
Peresmian penggabungan budaya Jawa Barat (Jabar), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur (Jatim) ini dilakukan di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (11/5/2018).

Liputan6.com, Jakarta Budaya Jawa dan Sunda berekonsiliasi dalam Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018. Peresmian penggabungan budaya Jawa Barat (Jabar), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur (Jatim) ini dilakukan di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (11/5/2018).

Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Pakualaman X. Mereka menyambut gembira rekonsiliasi ini demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ahmad Heryawan atau biasa dipanggil Aher pun mengapresiasi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X, yang menginisiasi rekonsiliasi tersebut.

“Terima kasih Pak Gubernur telah menginisiasi rekonsiliasi ini. Memang wajib ada harmoni budaya supaya secara psikologis tidak ada lagi sekat antara Jawa dan Sunda,” ujarnya.

Sukarwo juga menyambut positif persatuan ini. Menurutnya, penggabungan budaya Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur, dapat memajukan perekonomian dan pariwisata Indonesia.

“Kalau Jabar, Jatim, dan DIY bersatu bisa menguasai 40 persen ekonomi ASEAN. Di (bidang) pariwisata juga bisa jadi kolaborasi seni rupa dan travel connecting,” ucap Sukarwo.

 

Tarian Jawa Barat Kawung Anten dan Tarian Jawa Timur Geleng Ro’om.
Tarian Jawa Barat Kawung Anten dan Tarian Jawa Timur Geleng Ro’om.

Sementara itu, Pakualam X berharap Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018 mampu membangkitkan kembali kebudayaan lokal dan mendorong kreatifitas para seninan. Ia juga menginginkan kegiatan ini menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat.

Acara Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018 juga dimeriahkan dengan Tarian Jawa Barat Kawung Anten dan Tarian Jawa Timur Geleng Ro’om.

 

(*)

Live Streaming

Powered by