Undang ke MPR, Zulkifli Hasan Sebut Gatot Nurmantyo Capres

Oleh Liputan6.com pada 08 Mei 2018, 12:23 WIB
Diperbarui 08 Mei 2018, 12:23 WIB
Zulkifli Hasan dan Gatot Nurmantyo
Perbesar
Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo melakukan salam komando di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/5). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bertemu mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Pertemuan berlangsung sekitar 20 menit di Kantor Majelis Pemusyawatan Rakyat (MPR).

"Saya terima capres ini. Mentang-mentang Pak Gatot yang datang ramai sekali," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Setelah pertemuan itu, Gatot sempat mengungkapkan isi pembicaraannya bersama Zulkifli. Ia mengatakan keduanya membahas mulai dari bahaya proxy war hingga persiapan Pilpres 2019.

"Ada beberapa hal yang saya sampaikan sama Pak Zul berulang kekhawatiran saya sejak tahun 2014 saya bicara tentang proxy war. Atau ancaman perang melalui berbagai kehidupan bangsa. Budaya kita sudah mulai tergerus," ungkapnya.

Gatot berharap pilpres berlangsung aman kondusif. Semoga para calon presiden, kata dia, bisa beradu konsep secara adil di depan masyarakat.

"Pilpres ini kan sebenarnya pesta demokrasi tapi konotasi ini kan diri nah saya yakin pemilu lalu semua berjalan aman. Kita sedang cari pemimpin harus saling juga persatuan damai saling adu konsep," ucap Gatot.

2 dari 2 halaman

Orang Baik

Zulkifli Hasan Bertemu Gatot Nurmantyo
Perbesar
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5). Pertemuan Zulkifli dengan Gatot itu untuk membahas situasi menjelang Pilpres 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais belum bisa berbicara banyak mengenai sosok mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo yang tengah dibicarakan internal PAN untuk diusung menjadi calon presiden.

Selama ini, dia hanya melihat Gatot adalah sosok yang luar biasa dan anti dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Pak Gatot tuh kan orang baik sekali, dia anti-PKI ya, kemudian dia juga mengatakan NKRI tak mungkin ada tanpa persatuan ulama, umat Islam, he's very wonderful person," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Amien mengaku belum bisa melihat peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019. Dia hanya melihat dalam pemilihan orang nomor satu itu hanya akan mengulang pertarungan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Cuma kita memang melihat sekarang ini yang berkibar-kibar seperti re-match lagi. Tapi semua bisa berubah kalau yang di langit mengatakan berubah-berubah," ujarnya.

Hingga saat ini, kata Amien, belum bisa dipastikan siapa yang akan memenangkan re-match antara Jokowi dan Prabowo.

"Jadi enggak ada kepastian Jokowi pasti menang, atau Prabowo. Enggak ada. Jadi menurut saya kalau saya bisa keliru tapi sepertinya angin sudah bertiup kencang," ucapnya.

 

Reporter: Sania Mashabi 

Sumber: Merdeka.com  

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓