Upacara Penolak Bala <i>Robo-Robo</i> Digelar di Mempawah

Oleh Liputan6 pada 31 Mei 2002, 06:33 WIB
310502aUpacaraAdat.jpg
Liputan6.com, Mempawah: Pergelaran upacara adat harus tetap dilakukan demi kelestarian adat istiadat suatu daerah itu. Setidaknya, hal itulah yang tetap dilakukan masyarakat Kota Mempawah, Kalimantan Barat, yang menggelar upacara adat Robo-Robo, baru-baru ini. Upacara ini untuk menyambut kedatangan Opu Daeng Manambon bergelar Pangeran Mas Surya Negara, raja dari Luwuk, Sulawesi Selatan, yang kemudian menjadi Raja Mempawah, 1637 Masehi. Biasanya, upacara yang diyakini sebagai penolak bala ini setiap tahun digelar pada Rabu, pekan terakhir Bulan Safar.

Sebelum acara dimulai masyarakat menggelar syukuran. Menjelang salat Lohor, mereka kemudian beramai-ramai menuju Sungai Kuala Mempawah untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi upacara adat yang digelar kerabat Kerajaan Amantubilah Mempawah. Di tempat ini, masyarakat menyaksikan kedatangan rombongan kerabat Keraton Amantubilah yang dipimpin Pangeran Ratu Mardan Adijaya yang menaiki perahu kebesaran kerajaan bernama Perahu Bidar. Sesampai di muara, seorang kerabat kerajaan terlebih dahulu mengumandangkan azan kemudian menaburkan sesajen ke laut. Acara ini baru akan selesai biasanya menjelang petang.

Berdasarkan pemantauan SCTV, upacara ini sempat menganggu jalur transportasi darat ke wilayah utara dan timur Kalbar hingga beberapa jam mengingat warga masyarakat yang datang berasal dari berbagai kota di Kalbar, mencapai ribuan orang. Selain dipusatkan di Mempawah, acara serupa juga digelar masyarakat keturunan Suku Bugis di Kecamatan Sungai Kakap dan Peniti, Kabupaten Pontianak.(ORS/Amin Alkadrie)