Buwas: Pemusnahan Sabu Bukti RI Serius Tanggapi Narkoba

Oleh Liputan6.com pada 04 Mei 2018, 11:55 WIB
Diperbarui 06 Mei 2018, 11:13 WIB
Mantan Kepala BNN Budi Waseso menghadiri pemusnahan sabu di Monas, Jakarta Pusat

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso hadir dalam pemusnahan sabu seberat 2,647 ton di Silang Merdeka Barat Daya Monas, Jakarta Pusat.

Menurut Budi Waseso, pemusnahan sabu tersebut membuktikan, Indonesia serius memerangi sekaligus memberantas narkoba yang dapat merusak generasi muda Indonesia.

"Jadikan ini pembuktiannya suatu fakta bahwa narkotika itu serius betul di Indonesia ditanggapinya," kata Budi Waseso di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2018).

Berdasaran pantauan, acara pemusnahan sabu ini dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Kepala BNN Komjen Heru Winarko, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dan beberapa pejabat negara dan pejabat TNI.

Pria yang kerap disapa Buwas ini menyebut, dengan adanya pemusnahan barang bukti sabu sebanyak 2,647 ton ini, membuktikan ancaman tentang narkotika di Indonesia memang nyata.

"Ini bukti sebenarnya, kan kalau kita mau telusuri kasus ini kan yang kita musnahkan 2 ton lebih ya. Nah sebenarnya dari jaringan ini yang berhasil diungkap itu hampir 5 ton, yang berhasil diungkap dari satu jaringan ini yang masuk ke Indonesia yang kita dua ton lebih hampir 2,6 ya," kata dia.

"Yang bisa kita tangkap Indonesia tapi di Australia kan ini juga tertangkap 1,2 ton terus 800-900 kg ditangkap di Thailand," imbuh Buwas.

2 of 2

Bandar Besar Masuk Indonesia

Wujud Sabu 1,6 Ton yang Diselundupkan Lewat Perairan Batam
Wujud sabu seberat 1,6 ton ton yang berhasil diungkap polsi dan Bea Cukai di Dit Tipid Narkoba Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2). Sebanyak 1,6 ton tabu tersebut terbagi dalam 81 karung. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kepala Bulog ini pun mengungkapkan, para bandar berani masuk ke beberapa negara Asia terlebih lagi di Indonesia karna mereka sudah mempunyai kekuatan yang besar.

"Jadikan ini satu jaringan yang beroperasi yang dengan jumlah besar, nah Kenapa mereka berani di sini karena mereka sudah mempunyai kekuatan jaringan di negara-negara itu termasuk di Indonesia," kata Buwas.

Sebelumnya, upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dengan jumlah fantastis di perairan Batam, Kepulauan Riau digagalkan. Sabu yang disita masing-masing memiliki berat lebih dari 1 ton.

Penyelundupan pertama digagalkan oleh TNI AL dengan barang bukti sabu mencapai 1,03 ton yang disita dari kapal nelayan asing, 7 Februari 2018. Beberapa hari kemudian atau pada 20 Februari 2018, Polri bersama Bea Cukai menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1,6 ton di lokasi yang berdekatan.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓