Muhammadiyah Sambut Baik Hasil KTT Ulama Sedunia di Bogor

Oleh Yusron Fahmi pada 04 Mei 2018, 06:01 WIB
Diperbarui 04 Mei 2018, 06:01 WIB
Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Imam Besar Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb bersiap membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia di Istana Bogor, Jawa Barat, (1/5). (Liputan6.com/Pool/Biro PersSetpres)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua umum pp muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik hasil KTT Ulama 1-3 Mei lalu di Bogor. KTT tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang di antaranya berisi tujuh pesan utama seputar nilai Islam wasathiyah atau Islam moderat.

Tujuh pesan berwatak moderat itu ialah tawasuth (tengahan), i’tidal (adil proporsional), tasamuh (toleransi), syura (musyawarah), islah (membangun dan perdamaian), qudwah (keteladanan utama), dan muwatonah (keberbangsaan).

"Pesan Bogor memberi suasana optimis dan harapan akan kehadiran Islam dan umat Islam sedunia untuk terwujudnya tatanan kehidupan umat manusia," ujar Haedar melalui pesan tertulis, Kamis 3 Mei 2018.

Forum dunia yang dipimpin Din Syamsuddin dan dibuka Presiden Jokowi dihadiri ulama, cendekiawan, dan tokoh Islam sedunia.

Haedar menyatakan, melalui forum internasional itu terbuka peluang Islam Wasathiyah untuk terus menyuarakan dan mewujudkan Islam moderat secara nyata dan luas, baik dalam konteks lokal dan nasional maupun di kancah global. 

Dalam konteks pesan-pesan Islam Wasathiyah tersebut peran Din Syamsuddin sebagai penggagas acara, diakui sangatlah penting. Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu diah itu jadi penyambung matarantai dialog antaragama dan peradaban yang selama ini telah dirintis lebih dari satu dekade di kancah global maupun nasional melalui WPF (World Peace Forum) dan WCRP (World Conference on Religion for Peace).

Saksikan video pilihan di bawah ini: