Jokowi Paparkan 3 Usulan Indonesia Wujudkan Kerja Sama Indo-Pasific

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 28 Apr 2018, 18:16 WIB
Diperbarui 28 Apr 2018, 18:16 WIB
Jokowi di KTT ASEAN (Dok. Biro Pers Istana)
Perbesar
Jokowi di KTT ASEAN (Dok. Biro Pers Istana)

Liputan6.com, Singapura - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengusulkan tiga upaya ASEAN untuk mewujudkan kerja sama Indo-Pasifik dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN.

Yang pertama, kata Jokowi, ASEAN harus mampu menjadi motor bagi penciptaan enabling environment.

"Kita harus terus mengajak semua mitra untuk menghormati hukum dan norma internasional mengembangkan habit of dialogue, mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai menghindari penggunaan kekerasan," kata Jokowi dalam pidatonya di KTT, Singapura, Sabtu (28/4/2018).

Kemudian yang kedua, ASEAN harus dapat mendayagunakan berbagai modalitas untuk menanggulangi tantangan keamanan, termasuk transnational crimes. Beberapa bentuk ancaman yang perlu mendapatkan perhatian antara lain radikalisme dan terorisme perdagangan narkoba, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan perompakan (piracy).

Ketiga, ASEAN harus pro-aktif dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Samudera Hindia. Oleh karena itu, Jokowi berharap ASEAN harus terus menjaga sistem ekonomi yang terbuka dan adil.

"Beberapa bidang kerja sama yang dapat dikedepankan antara lain, di bidang maritim, konektivitas, dan pencapaian SDGs. Oleh karena itu, interaksi pelaku bisnis di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik perlu ditingkatkan," kata Jokowi.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

ASEAN Harus Mainkan Peran

Siap Bersaing di Pasar Internasional, Jokowi Dorong Industri Fesyen Muslim Tanah Air
Perbesar
Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan komunitas dan para pelaku usaha busana muslim usai menggelar pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4). (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Menurut Jokowi, pengembangan kerangka kerja sama Indo-Pasifik harus berdasarkan prinsip-prinsip terbuka, inklusif, transparan, dan mengedepankan kerja sama serta persahabatan. Konsep kerja sama Indo-Pasifik harus tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

"ASEAN harus terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik. Konsep Indo-Pasifik ASEAN penting sekali artinya agar ASEAN tetap relevan, tetap dapat memainkan sentralitasnya dan menunjukkan kemampuan ASEAN dalam mengelola perubahan lingkungan strategis," kata Jokowi dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN di The Acacia Room, Hotel Shang-La, Singapura, Sabtu (28/4/2018).

Jokowi mengatakan, besarnya tantangan di kawasan Indo-Pasifik. Jika tidak dikelola dengan baik, sambung dia, situasi tersebut dapat mengganggu bahkan merusak capaian ASEAN selama ini.

"Untuk itu selain di Samudera Pasifik, ASEAN harus dapat berkontribusi di Samudera Hindia. Kontribusi tersebut hanya dapat terealisasikan apabila kita tetap memegang teguh kesatuan dan sentralitas ASEAN," ucap Jokowi.

Usulan konsep Indo Pasifik ini telah disampaikan Indonesia pada pertemuan retreat Menlu ASEAN pada Januari 2018 lalu Indonesia juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa dialogue partners mengenai kerjasama Indo-Pasifik.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya