Ini Penyebab Gangguan Server di Hari Pertama UNBK SMP

Oleh Ika Defianti pada 25 Apr 2018, 20:14 WIB
Diperbarui 25 Apr 2018, 20:14 WIB
Cerita Nurlaela Siswi Cirebon yang Sakit Sebelum UNBK
Perbesar
Nurlaela Siswi MTs N 2 Kota Cirebon berusaha tetap semangat mengikuti UNBK 2018. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy angkat bicara mengenai gangguan server di hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dia menyebut jumlah peserta UNBK yang naik 30 persen sebagai salah satu penyebabnya.

"Peserta UNBK untuk SMP dan Tsanawiyah itu meledak jumlahnya, tahun lalu cuma 32 persen. Tapi tahun ini melonjak jadi 64 persen, jadi dua kali lipat," kata Muhadjir di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Dia menjelaskan, dengan adanya kenaikan jumlah peserta mengakibatkan server overload selama 30 menit di awal ujian. Sebab seluruh sekolah terkoneksi dengan server pusat secara bersamaan.

"Karena ada momen semua sekolah ke server pusat secara bersamaan, maka server tidak bisa menampung data yang masuk semuanya. Istilahnya ada sumbatan di pintu server," ucap Muhadjir.

Karena hal itu, dia menyebut pihaknya langsung mengalihkan ke server cadangan dan proses tersebut memakan waktu 30 menit. Lanjut dia, secara substansif tidak terdapat hambatan selama pelaksanaan UNBK tersebut.

"Seandainya ada, faktor psikologis siswa mungkin ada kepanikan, ada ketidaknyamanan akibat penundaan," ucapnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Kemendikbud Minta Maaf

UNBK 2018 Dari Tathering Hingga Pinjam Laptop Ala MTs N 2 Kota Cirebon
Perbesar
MTS N 2 Kota Cirebon memiliki cara tersendiri demi kelancaran pelaksanaan UNBK pertama mereka yakni dengan menggunakan modem dan tathering atau berbagi koneksi. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan permintaan maaf terkait kendala pada pelaksanaan UNBK SMP di hari pertama. Kendala itu berupa gangguan server di beberapa daerah yang mengakibatkan terjadinya penundaan ujian beberapa menit.

"Kami menyampaikan permintaan maaf atas adanya gangguan server pada pelaksanaan UNBK hari ini yang mengakibatkan tertundanya pelaksanaan ujian beberapa menit," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Kemendikbud Ari Santoso di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin 23 April 2018.

Gangguan tersebut, kata Ari, terdapat di server pusat. Bagi sekolah-sekolah yang terkena dampak gangguan tersebut, Kemendikbud memberikan solusi dengan beberapa pilihan.

Lanjutkan Membaca ↓