Respons Amien Rais Usai Dilaporkan ke Polisi soal Partai Allah dan Setan

Oleh Liputan6.com pada 16 Apr 2018, 16:21 WIB
20160820-Pembukaan-Kongres-BM-PAN-Jakarta-Amien-Rais-Zulkifli-Hasan-JT

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan ceramah Amien Rais soal partai Allah dan partai setan dianggap menistakan agama. Taufik menyebut Amien santai menyikapi pelaporan dari Kelompok Cyber Indonesia atas ceramahnya tersebut.

"Kalau lantas jadi isu diseret-seret ke arah SARA, kita enggak ada masalah. Pak Amien tenang-tenang saja enggak ada problem. Karena beliau tokoh agama, ulama," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Sebagai ulama, kata Taufik, Amien Rais hanya menyampaikan tausiah kepada umat Islam. Jika ada pihak yang mengaitkan ceramah Amien dengan isu SARA, maka Taufik yakin Indonesia bakal bubar dan terpecah belah.

"Jadi kalau setiap pemimpin agama, tokoh agama kemudian menyampaikan amanah atau tausiah agama apa pun, kemudian direcokin dikait-kaitkan dengan unsur SARA, negara ini akan bubar," tegasnya.

Taufik heran apabila ada seorang tokoh agama mengulas isi kitab suci agama tersebut kemudian ada pihak yang tersinggung.

"Misalnya juga ada tokoh Hindu khotbah misalnya di pura, kemudian menyangkut masalah kitab suci agama Hindu. Kemudian di situ ada yang tersinggung menyangkut SARA, itu juga menjadi rusak negara ini," ucapnya.

Lagi pula, kata Taufik, konteks kata partai dalam ceramah Amien Rais tersebut tidak otomatis diartikan sebagai partai politik. Dalam pandangan Taufik, partai yang dimaksud dalam ceramah Amien adalah sekelompok manusia.

"Partai di situ adalah bukan partai politik, parpol sangat kecil kalau dikontekskan di dalam Alquran," klaim Taufik.

1 of 2

Dilaporkan Kelompok Cyber Indonesia

Amien Rais
Mantan Ketum PAN, Amien Rais memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Jumat (2/6). Amien Rais mengklarifikasi Dana yang disebut dalam persidangan kasus alat kesehatan mengalir ke dirinya sebesar Rp 600 juta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, tiap tokoh agama mempunyai kebebasan untuk memilih kata-kata dalam ceramahnya. Asalkan, kata-kata yang dipilih tidak keluar dari konteks ajaran agama yang tertuang dalam kitab suci.

"Diksi itu khotbah bebas-bebas saja, enggak ada masalah. Karena konteksnya Alquran, hadis dan sebagainya. Itu kebebasan orang beragama, dijamin Pancasila dan UUD 1945," tandasnya.

Diketahui, Amien Rais dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama. Hal itu terkait dengan pernyataan tentang dikotomi partai setan dan partai Allah saat tausiah di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April.

Kelompok Cyber Indonesia membuat laporan terhadap mantan Ketua MPR itu dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (15/4).

"Kami di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam melihat ada upaya dikotomi upaya provokasi yang membawa nuansa agama, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasar UUD 1945," ujar Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi usai membuat laporan.

 

Reporter: Renald Ghiffari

SUmber: Merdeka.com

 

Saksikan video piihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
gian51gian51

bukan soal setan dan alloh...ini soal adab dan ahlak....anda makin tua ...makin gak tau diri......memalukan....sengkuni sengkuni

Enji LimaEnji Lima

Kalau itu Tausiah di mesjid dan Amin sebagai imam mesjid ya itu wajar saja masaahnya ada pada siapa yang mengunggahnya.....

John YohanesJohn Yohanes

Ngelez saja kau

Lihat Lainnya